Suara Denpasar - Tokyo Verdy, klub di bawah asuhan Hiroshi Jofuku ini harusnya mengucapkan kata terima kasih pada para pemain yang bekerja ekstra keras, terutama kepada Pratama Arhan.
Meskipun baru beberapa kali bermain namun nyatanya pemain Timnas Indonesia tersebut memberikan hasil yang positif untuk lini barisan bek belakang Tokyo Verdy.
Perlu diketahui juga jika Pratama Arhan dan kawan-kawan berhasil membawa Tokyo Verdy menjadi klub dengan jumlah kebobolan paling sedikit diantara klub lainnya.
Shimizu S-Pulse yang dikenal sebagai tim dengan agregat terbesar saja tak mampu menandingi kekuatan Tokyo Verdy.
Dikutip Suara Denpasar pada 17 Agustus 2023 dari laman resmi semarang.suara.com dijelaskan jika Tokyo Verdy hanya kebobolan 22 gol yang menandakan jika tim ini mempunyai pertahanan yang solid dan kokoh berkat tendangan maut Pratama Arhan.
Ketika Pratama Arhan bermain di Timnas Indonesia sangat sering membantu lini depan dengan lemparan ke dalam ataupun memberikan umpan silang
Strategi bertahan Tokyo Verdy yang sangat terlihat terorganisir dengan baik sehingga seorang bek seperti Pratama Arhan harus disiplin ketika membantu lini serang dan memperkuat pertahanan.
Pelatih Hiroshi Jofuku mempertimbangkan banyak hal terutama terkait keseimbangan tim Tokyo Verdy dalam melakukan pertahanan dan melakukan penyerangan.
Atas dasar itulah membuat Pratama Arhan jarang dimainkan. Tokyo Verdy yang hanya kebobolan 22 gol menjadi prestasi yang membanggakan.
Baca Juga: Bali United Kalah Telak, Stefano Cugurra Kena Semprot Usai Mainkan Eks Pemain PSIS Semarang
Dengan jumlah tersebut pula menjadi yang paling sedikit diantara 22 kontestan yang ada di J-League 2 untuk saat ini.
Sementara itu, Machida Zelvia juga berada di puncak klasemen dengan meraih 23 gol. Kemudian Shimizu S-Pulse ada di urutan berikutnya dengan raihan 24 kali kebobolan.
Sedangkan klub Fujieda MYFCB menjadi tim paling banyak kebobolan dengan 52 gol bersarang.
Untuk Tokyo Verdy mempunyai pertahanan yang terkuat tetapi sebaliknya kurang terlihat pada lini serang apabila dibandingkan dengan 4 besar klub.
Diantara 4 tim terbesar yang bertanding, Tokyo Verdy tercatat sebagai klub yang mengoleksi gol paling sedikit dengan 39 kali menjebol ke gawang lawan.
Sementara tiga lainya diantaranya: klub Machida Zelvia 50 gol, klub Jubilo Iwata dan Shimizu S-Pulse mengantongi 54 gol.