Suara Denpasar - Erick Thohir meradang saat Rizky Ridho, bek Persija dan Dzaky Asraf, pemain sayap PSM tidak dilepas untuk bela Timnas. Effendi Gazali, pengamat sepak bola menilai bahwa kesalahan tidak bisa hanya ditimpakan pada pelatih asing, namun juga jadwal kompetisi nasional yang sering bentrok dengan laga internasional.
Effendi Gazali, mengangkat isu ini dari pandangannya sebagai pengamat dan menyoroti bahwa semua pihak yang terlibat dalam sepak bola nasional memiliki tanggung jawab dan kewajiban masing-masing dalam menjaga kelancaran dan perkembangan olahraga ini.
"Jangan hanya pelatih asing yang ditekan. Semua pihak perlu merenung kenapa terjadi fenomena ini? Pertama, tentu sumber-sumber pemain timnas harus dari semua level liga," ungkap Effendi dikutip dari Antara News (17/8/2023).
Effendi juga menyoroti situasi di mana jadwal pertandingan internasional seringkali bersinggungan dengan jadwal kompetisi dalam negeri, semisal liga 1.
Dia mengajukan pertanyaan mengapa hal ini terus terjadi dan menekankan perlunya diskusi serius untuk menemukan solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan semua pihak.
Pengamat sepak bola ini menjelaskan jika ada beberapa turnamen tingkat Asean seperti Piala AFF, Sea Games, Piala Asia dan Champion Asia beserta babak penyisihannya. Ia memberi masukan agar tidak ada turnamen tersebut yang merugikan klub, lantaran pelatih juga diberi target untuk meraih prestasi tertentu.
Terkait wacana peraturan yang mewajibkan klub untuk melepas pemainnya ke timnas, Effendi memberikan dukungan dengan mempertimbangkan pentingnya jam terbang internasional bagi para pemain timnas.
Namun, Effendi Gazali juga menyoroti risiko dampak negatif yang mungkin timbul, seperti dalam kasus pemain-pemain Timnas yang tidak dilepas oleh klubnya dalam Piala AFF U-23, yang berpotensi mempengaruhi performa timnas dalam kancah internasional.(*/Rizal)