Suara Denpasar – Pantai Jerman terletak di daerah Kuta, Bali, sekitar 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Dengan kondisinya yang tidak terlalu ramai, bisa jadi alternatif terbaik sebagai tempat healing.
Pantai Jerman merupakan pantai dengan pasir hitam dan garis pantai yang berbatu. Pantai ini tidak sepadat pantai-pantai lain di Bali, tetapi menjadi tempat favorit di kalangan penduduk lokal. Gelombang di pantai ini bisa cukup kuat, sehingga membuatnya menjadi tujuan populer bagi para peselancar.
Keunggulan lokasi wisata ini adalah tempat yang bagus untuk berenang, berjemur, dan berselancar. Pantai ini juga terkenal dengan matahari terbenamnya yang indah. Terdapat beberapa kafe dan restoran di pinggir pantai tempat Anda dapat menikmati kuliner lokal.
Untuk menuju pantai cantik ini bisa diakses dengan mudah dengan mobil atau sepeda motor. Tempat parkir tersedia di dekat pantai.
Meskipun umumnya aman untuk berenang di Pantai Jerman, selalu berhati-hati terhadap arus dan gelombang yang kuat. Penting untuk selalu menjaga anak-anak saat berenang atau bermain di air.
Terdapat patung Dewa Baruna di Pantai Jerman. Patung ini terlihat sangat menakjubkan saat matahari terbenam. Tempat yang indah untuk menghabiskan waktu di tempat yang tidak terlalu ramai.
Secara keseluruhan, Pantai Jerman menawarkan alternatif yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai dibandingkan pantai-pantai lain di Bali. Pantai ini merupakan destinasi yang tepat bagi peselancar dan mereka yang ingin menikmati hari yang santai di pantai.
Sebelum abad ke-20, masyarakat Bali tinggal di area Tampaksiring tempat Pantai Jerman berada sekarang. Mereka mencari nafkah dengan bertani dan memancing.
Di pertengahan abad ke-20, buku seperti "Island of Bali" karya Miguel Covarrubias dan kunjungan selebriti seperti Charlie Chaplin dan Noel Coward membuat Bali menjadi tempat populer bagi orang Eropa dan Amerika untuk berlibur.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Dua Pemain Kualitas Eropa Siap Dinaturalisasi
Pada tahun 1960-an dan 1970-an, para turis Jerman sangat menyukai Bali sehingga mereka menamai sebuah pantai di sana "Pantai Jerman" (German Beach).
Di tahun 1980-an, industri pariwisata Bali terus berkembang, dan setiap tahun, semakin banyak orang dari negara lain datang berkunjung. Beberapa kafe dan penginapan lokal melayani wisatawan di Pantai Jerman di Bali, sehingga tempat ini tetap menjadi tempat yang relatif tidak dikenal dan tenang.
Lalu di tahun 2000-an, Bali tetap menjadi tempat populer untuk berselancar, dan banyak sekolah dan toko selancar dibuka di sana. Namun, dibandingkan dengan bagian lain di Bali, pantai ini tetap belum terlalu berkembang.
Wisatawan dan travel blogger di tahun 2010-an, mulai memberikan perhatian lebih pada Pantai Jerman di Bali. Mereka menyukai suasana yang tenang dan damai di sana. Beberapa penginapan dan villa baru dibangun di area tersebut agar para pelancong dapat menginap.
Pada tahun 2021, di Pantai Jerman dibangun patung Baruna (Dewa Langit, Air, dan Laut), biasanya dieja sebagai "Varuna" dalam Mitologi India.
Saat ini, Pantai Jerman di Bali masih tetap menjadi tempat yang tenang, sepi, dengan hanya beberapa kafe dan penginapan untuk para wisatawan. Para peselancar dan orang-orang yang ingin menjauh dari keramaian di tempat-tempat wisata populer di pulau ini suka berkumpul di pantai ini.