Suara Denpasar - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas kekalahan Timnas Indonesia di Piala AFF U-23 dan mengungkap sebab-sebab yang membuat timnas harus bertekuk lutut dihadapan Malaysia.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan pada Jumat (18/8), Shin Tae Yong mengungkapkan pandangannya terhadap strategi berguling-guling untuk mengulur waktu.
"Saya pikir itu strategi yang biasa dilakukan tim yang sedang unggul. Tapi jika sepak bola ASEAN ingin maju, maka kami harus menampilkan tempo permainan yang lebih cepat. Hal seperti itu seharusnya tidak dilakukan," tegas pelatih asal Korea Selatan itu dikutip dari akun Instagram @garudafansbook (19/8/2023).
Namun, keluhan Shin Tae Yong tidak hanya ditujukan kepada pemain Timnas Malaysia dengan taktik mengulur waktu.
Ia juga menyoroti keputusan kontroversial wasit asal Jepang, Hiroko Kasahara, yang memberikan penalti kepada Timnas Malaysia. Keputusan ini merubah dinamika pertandingan dan menambah kekecewaan Timnas Indonesia.
"Saya ingin menyoroti gol pertama Malaysia yang berasal dari penalti. Itu bukan pelanggaran, wasit harus mengevaluasinya. Kalian harus sadar, itu bukan penalti. Gol itu mengubah jalannya pertandingan," ujar Shin Tae Yong dengan tegas.
Ia juga menekankan bahwa keputusan ini mempengaruhi momentum permainan.
"Ini masalah momentum. Ketika Malaysia mendapatkan penalti, saya pikir mereka memanfaatkan momentum yang tepat. Selain itu, di skuad Indonesia ini kami memiliki banyak pemain muda yang kurang pengalaman. Mereka kesulitan untuk menemukan kembali momentum setelah insiden penalti tersebut," tambahnya.
Kekecewaan atas hasil ini tentu saja menjadi hal yang wajar bagi pelatih, tim, dan fans Timnas Indonesia. Namun, sebagai profesional, Shin Tae Yong tetap memberikan pandangan kritisnya terhadap aspek-aspek permainan yang dirasanya mempengaruhi hasil pertandingan.(*/Dinda)