Suara Denpasar - Pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman dulunya bak partner tak terpisahkan. Setelah melalui berbagai laga internasional, keduanya juga pernah abroad bersama, yakni di klub Lechia Gdansk dan FK Senica.
Tak cukup itu, keduanya kemudian disorot karena berakhir pulang ke Liga 1 di usia yang masih muda. Menurunnya performa keduanya pun menuai kritikan para suporter.
Di bursa transfer yang sama, Egy Maulana Vikri bergabung dengan Dewa United pada 30 Januari 2023. Begitu pula dengan Witan Sulaeman, di tanggal yang sama ia menandatangani kontrak dengan Persija Jakarta.
Melansir dari Transfermarkt, harga pasaran keduanya pun mencapai nilai yang sama, yakni Rp3,91 milyar.
Meski demikian, tampaknya baik Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri memiliki nasib yang berbeda. Di beberapa pertandingan, Witan Sulaeman masih dipanggil oleh pelatih Timnas Indonesia untuk membela tim Tanah Air, tapi tidak dengan Egy Maulana Vikri yang sempat fokus pada pemulihan cedera.
Tak sampai di situ, kini keduanya pun berada di tim yang berbeda. Melansir dari PSSI, beberapa waktu lalu Shin Tae Yong memanggil para pemain Indonesia untuk bersiap di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 dan FIFA Matchday melawan Turkmenistan.
Nama Witan Sulaeman masuk dalam jajaran pemain yang diminta fokus untuk melakoni laga kualifikasi Piala Asia U-23 2024. Sedangkan, Egy Maulana Vikri masuk dalam skuad yang dipanggil Shin Tae Yong untuk FIFA Matchday melawan Turkmenistan.
Meski akhirnya berada di tim yang berbeda, support terbaik untuk brotherhood Garuda ini. (*/Dinda)
Baca Juga: Jumpa Eks Rekannya di Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri Targetkan Poin Penuh Kontra Persija Jakarta