Suara Denpasar - Pendukung Persib Bandung, Viking Persib Club merespon beberapa insiden yang terjadi di pertandingan Persija Jakarta dan Persib Bandung.
Meski gagal meraih poin penuh, Viking Persib Club bersyukur tim kebanggaannya bisa meraih hasil seri di kandang Persija Jakarta, Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi dengan skor 1-1.
“Setidaknya Persib masih menjaga gengsi untuk tidak kalah di Bekasi,” tulis akun @officialvpc pada Senin (4/9).
Namun soal beberapa insiden pasca Persib Bandung menggagalkan kemenangan Persija Jakarta, Viking Persib Club menyayangkan adanya peristiwa tersebut.
“Kami sangat menyayangkan adanya insiden-insiden tersebut. Kami pun mendoakan semoga korban luka akibat insiden-insiden tersebut bisa segera pulih kembali,” lanjutnya.
Viking Persib Club mengaku terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak Jakmania untuk mencegah dan meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan membesar.
Viking kemudian mengapresiasi semua pengurus, korlap, dan elemen Jakmania yang telah membantu mengamankan 15 Bobotoh yang nekat hadir langsung ke Bekasi.
“Menurut informasi, terdapat 15 orang Bobotoh yang dibantu, diamankan, dan diserahkan kepada pihak Panitia Pelaksa Persiaj,” paparnya.
Viking Persib Club juga ikut prihatin dengan terjadinya beberapa insiden termasuk insiden yang menimpa pedagang Cuanki yang turut jadi korban oknum Jakmania.
Dalam video yang beredar di media sosial, Oknum Jakmania diduga memukuli pedagang Cuanki yang berjualan di area Stadion.
Menurutnya, insiden yang terjadi di Stadion Patriot Candrabhaga ini harus dijadikan pelajaran agar ke depannya tak terulang lagi, bukan hanya untuk Jakmania tapi juga Bobotoh.
Ia meminta agar Bobotoh tidak memaksakan lagi untuk pergi ke kandang Persija Jakarta secara sembunyi-sembunyi.
“Agar ke depannya bisa lebih menahan diri untuk tidak memaksakan bisa hadir ke kandang Persija dengan sembunyi-sembunyi, yang bisa membahayankan diri sendiri dan orang lain,” ucapnya.***