Suara Denpasar- Manajemen PSIS Semarang melalui website resmi klub menginformasikan bahwa salah satu oknum suporter terpaksa diseret ke ranah hukum. Bahkan, netizen yang tak lain merupakan pendukung klub asuhan Gilbert Agius meminta oknum tersebut di-blacklist seumur hidup tidak bisa nonton ke stadion.
Dikutip, tim Suara Denpasar, Jumat (8/9/2023), oknum suporter yang diseret ke ranah hukum tersebut berinisial WEP.
WEP diketahui menggunakan ID Card atau tanda pengenal palsu ketika PSIS Semarang menghadapi Bali United di Stadion Jatidiri, Sabtu (2/9/2023) lalu.
Diketahui, sebelumnya, aksi oknum suporter tersebut sudah viral di media sosial. Bahkan pada Minggu, (3/9/2023) pelaku telah menyerahkan diri dan menemui DPP Panser Biru untuk melakukan mediasi.
Sayangnya, meski telah terbukti mengenakan ID Card palsu, pelaku tetap mengelak dan membuat keterangan palsu. Akibatnya, kini ia harus berurusan dengan pihak berwajib.
Panpel PSIS Semarang secara resmi melaporkan pemalsuan ID Card tersebut pada Rabu, (6/9/2023) lalu ke Polsek Gajahmungkur.
Ketua panpel PSIS, Agung Bawono mengatakan bahwa tindakan yang diambil tersebut untuk memberikan efek jera kepada siapapun yang menyalahgunakan atau memalsukan tanda pengenal maupun tiket pada pertandingan Laskar Mahesa Jenar.
“Hari ini kami resmi melaporkan pemalsu ID Card yakni saudara WEP ke unit reskrim Polsek Gajahmungkur. Nanti biar proses hukumnya berjalan dan memberi efek jera kepada siapa pun yang menyalahgunakan atau memalsukan baik id card maupun tiket pada saat pertandingan PSIS,” jelasnya.
Dengan langkah yang diambil panpel tersebut, Agung Bawono berharap tidak ada lagi kegiatan pemalsuan pada pertandingan PSIS. Lantaran, pihaknya tidak akan melakukan toleransi jika ditemukan kegiatan serupa.
“Semoga ke depan tidak ada lagi kasus pemalsuan seperti itu. Panpel akan menindak tegas terhadap segala pemalsuan dan tidak akan melakukan toleransi serta akan kami bawa ke ranah hukum apabila ditemukan kembali,” tegasnya.
Sementara itu, melalui kolom komentar di akun Instagram resmi klub terkait pemalsuan tersebut, Panser Biru pun meminta agar oknum pelaku itu nantinya di-blacklist seumur hidup tidak bisa menyaksikan laga PSIS Semarang di stadion.
“Balcklist ra itok nonton PSIS Seumur hidup,” tulis akun @satriohandaru.
“Kudu blacklist permanen sih,” lanjut @ianiun92.
“Blacklist masuk stadion,” tulis @alfiachsan.
“Blacklist rak wes nyrimpeti tok,” sahut @ryannsatria dan masih banyak lagi komentar lainnya di akun tersebut. (*/Dinda)