Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Emas Antam Hari Ini Harganya Lebih Murah, Dipatok Rp 2,85 Juta/Gram

Achmad Fauzi

Jum'at, 06 Februari 2026 | 09:22 WIB
Emas Antam Hari Ini Harganya Lebih Murah, Dipatok Rp 2,85 Juta/Gram
Ilustrasi etalase emas batangan yang diproduksi PT Antam terus bergerak naik. [ANTARA/ Suriani Mappong]
baca 10 detik
  • Harga emas Antam per 6 Februari 2026 untuk 1 gram adalah Rp 2.856.000, naik Rp 100.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga buyback emas Antam pada tanggal tersebut turun menjadi Rp 2.571.000 per gram, selisih Rp 149.000 dari hari Kamis.
  • Harga emas dunia anjlok ke USD 4.680 akibat penyesuaian pelaku pasar dan kenaikan margin kontrak berjangka CME.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 6 Febrari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.856.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu masih tun Rp 100.000 dibandingkan hari Kamis, 5 Februari 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.571.000 per gram.

Harga buyback itu juga merosot Rp 149.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.

Petugas melayanai warga yang memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas melayanai warga yang memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.478.000
  • Emas 1 Gram Rp 2.856.000
  • Emas 2 gram Rp 5.652.000
  • Emas 3 gram Rp 8.453.000
  • Emas 5 gram Rp 14.055.000
  • Emas 10 gram Rp 28.055.000
  • Emas 25 gram Rp 70.012.000
  • Emas 50 gram Rp 139.815.000
  • Emas 100 gram Rp 279.812.000
  • Emas 250 gram Rp 699.265.000
  • Emas 500 gram Rp 1.398.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.796.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Harga Emas Dunia Merosot

Harga emas dunia kembali tertekan pada perdagangan awal sesi Asia, Jumat. Mengutip laporan FXStreet, harga emas spot (XAU/USD) tercatat anjlok ke kisaran USD 4.680, melanjutkan tren penurunan seiring aksi penyesuaian posisi oleh pelaku pasar.

Tekanan pada logam mulia terjadi ketika para pedagang menutup kerugian dari pasar saham dan melakukan reposisi portofolio. Kondisi ini membuat emas ikut dilepas, meski secara fundamental masih dibayangi sejumlah ketidakpastian global.

baca juga

FXStreet mencatat, pelaku pasar juga tengah menantikan rilis awal Indeks Sentimen Konsumen Michigan untuk Februari yang dijadwalkan keluar pada Jumat sore waktu setempat. Data tersebut berpotensi memberikan petunjuk tambahan terkait arah perekonomian AS dan kebijakan moneter ke depan.

Dari sisi teknikal dan pasar derivatif, tekanan jual pada emas semakin besar setelah Chicago Mercantile Exchange Group (CME) kembali menaikkan persyaratan margin awal untuk kontrak berjangka emas dan perak.

Kebijakan ini meningkatkan jumlah jaminan yang harus disetorkan pedagang untuk membuka dan mempertahankan posisi.

Selain itu, kejatuhan saham-saham teknologi di Wall Street turut memaksa sebagian investor melikuidasi posisi emas guna memenuhi kebutuhan margin. Aksi tersebut semakin menekan harga emas di pasar spot.

Sentimen geopolitik juga cenderung mereda dan mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe-haven). Pejabat Iran dan Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa kedua negara akan menggelar pembicaraan di Oman pada Jumat.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan negosiasi tersebut, yang berpotensi meredakan ketegangan geopolitik.

Meski demikian, FXStreet menilai penurunan harga emas berpotensi tertahan oleh faktor lain. Kekhawatiran yang kembali muncul terkait independensi Federal Reserve (The Fed) dinilai dapat menekan nilai tukar Dolar AS.

Presiden Amerika Serikat pada Kamis menyatakan akan menolak Kevin Warsh sebagai kandidat pimpinan bank sentral AS jika yang bersangkutan menyatakan keinginan untuk menaikkan suku bunga.

Pelemahan dolar AS berpotensi memberikan dukungan bagi harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut, termasuk emas, meski dalam jangka pendek tekanan jual masih mendominasi pergerakan logam mulia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Masih di Bawah Rp 3 Juta/Gram

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Masih di Bawah Rp 3 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:29 WIB

Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan

Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:06 WIB

Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 07:13 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB