Demokrasi Mati, Mangku Pastika Anggap Wayan Koster Berhasil Bungkam Suara Kritis

Suara Denpasar

Sabtu, 09 September 2023 | 16:35 WIB
Demokrasi Mati, Mangku Pastika Anggap Wayan Koster Berhasil Bungkam Suara Kritis
Mangku Pastika (tengah)

Suara Denpasar - Keinginan Wayan Koster untuk beristirahat dengan tenang selama 2 minggu pasca purna tugas sebagai Gubernur Bali periode 2018-2023 seperti terganggu.

Pasalnya baru 4 hari purna tugas, Wayan Koster dicambuk kritikan tajam oleh sejumlah tokoh di Bali. Salah satunya adalah mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika

Mantan Gubernur Bali 2 periode (2008-2018) itu menilai, selama masa kepemimpinan Wayan Koster, indeks demokrasi di Bali menurun drastis. 

Tidak hanya di kalangan masyarakat sipil, tetapi juga di kursi parlemen atau di Gedung DPRD Provinsi Bali, semuanya adem ayem. DPRD Provinsi Bali yang seharusnya adalah representasi rakyat, pun ikut bungkam. 

Hal itu berbanding lurus dengan predikat strong leader yang didaulatkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kepada Wayan Koster. Karena memang semuanya kelihatan baik-baik saja.

Menurut Mangku Pastika, selama masa kepemimpinan Wayan Koster tidak ada gejolak ataupun suara kritis yang tajam karena semuanya sudah dibungkam atau ditutup. Hal itu tentu berpengaruh langsung pada menurunnya indeks demokrasi di Bali tersebut. 

Hal tersebut disampaikan Mangku Pastika saat hadir sebagai salah satu pembicara dalam diskusi yang diselenggarakan oleh DPD Persadha Nusantara Bali dengan tema "Strategi Mendesain Kebijakan Publik untuk Bali Masa Depan" di Denpasar, Sabtu (9/9/2023).

"Kan hebat, inilah yang terjadi, bukan apa yah tapi untuk menjadi seolah-olah strong leader itu tidak susah, tutup aja semua mulut orang. Buatkan berita sendiri, jadi sebenarnya tidak sulit," ucap Mangku Pastika.

Selain soal indeks demokrasi Bali turun, Mangku Pastika juga menyoal turunnya indeks pembangunan manusia dan pendidikan di Bali. Menurutnya itu sangat aneh sebab seluruh dunia mengakui bahwa gen manusia Bali itu pintar dan cerdas. 

baca juga

"Seluruh dunia tau manusia Bali itu gennya itu hebat, pintar-pintar. Ya maaf yah SMA Bali mandara itu pernah menjadi the best SMA in Indonesia, kok sekarang turun, SMA 1 Denpasar misalnya, SMA 1 Singaraja sampai renking ratusan untuk Indonesia ini kan malu kita. Saya terus terang saja malu saya, malu, dan ini menurut saya harus jadi PR (tugas) utama," tandasnya.

Untuk diketahui, dilangsir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, skor indeks Demokrasi di Bali mengalami penurunan, tahun 2018 skornya 82,37, tahun 2019 skor 81,38 dan tahun 2020 skor indeks demokrasi Bali turun lagi menjadi 77,59. (*/Ana AP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pj Gubernur Sang Made Mahendra Jaya Minta Bupati dan Walikota se-Bali Jangan Anti-Kritik

Pj Gubernur Sang Made Mahendra Jaya Minta Bupati dan Walikota se-Bali Jangan Anti-Kritik

Denpasar | Sabtu, 09 September 2023 | 11:45 WIB

Mendagri Sebut Strong Leader, Air Mata Pak Yan Koster Jatuh

Mendagri Sebut Strong Leader, Air Mata Pak Yan Koster Jatuh

Denpasar | Sabtu, 09 September 2023 | 08:10 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×