Suara Denpasar - Pemimpin baru Provinsi Bali atau Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya meminta agar Bupati dan Walikota se-Bali tidak anti kritik.
Menurutnya pembangunan Bali adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya oleh pemangku kebijakan, tapi juga atas partisipasi masyarakat.
Karena itu dia meminta Bupati dan Walikota agar tidak bosan mendengarkan masukan masyarakat dan terlebih melakukan kunjungan lapangan.
"Rekan-rekan Bupati/walikota, para kepala perangkat daerah dan ASN sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, untuk tidak bosan mendengarkan keluhan atau persoalan yang ada di masyarakat," pintanya saat memberikan sambutan dalam acara Serah Terima Jabatan Gubernur Bali di Art Centre, Denpasar, Jumat (8/9/2023).
"Cek ke lapangan untuk menemukan akar masalahnya, dan libatkan stakeholder terkait untuk mencari solusi penyelesaiannya," sambung Sang Made.
Mantan Dirreskrimum Polda Bali itu menjelaskan Bali adalah wajah Indonesia, sehingga apabila terjadi gangguan keamanan, ketidaknyamanan dan ketidaktertiban, maka akan berdampak pada citra Indonesia secara umum.
Karena itu dia berharap semua pihak bekerjasama baik di tingkatan Pemerintah Provinsi, Bupati/walikota, Forkopimda, para tokoh, pelaku industri pariwisata dan masyarakat untuk bekerja sama menjaga iklim kondusif dan nama baik Bali.
Secara khusus Sang Made menggarisbawahi bahwa para pelaku budaya dan Desa Adat di Bali tidak boleh hanya menjadi obyek atau penonton, namun turut mengambil peran demi mempertahankan eksistensi budaya Bali.
"Kalau pariwisata hanya mengandalkan keindahan alam, pantai pasir putih, maka negara dan daerah lain juga memiliki hal yang sama. Karenanya pariwisata Bali harus menyandarkan pariwisatanya kepada budaya dan masyarakat adat," tutup Sang Made. (*/Dinda)