Suara Denpasar - Eks pemain alias legenda Persija Jakarta di era 1990-an, Vennard Hutabarat ikut angkat bicara soal performa buruk yang diraih Persija di musim ini.
Sebagaimana diketahui, tim besutan Thomas Doll saat ini tengah memasuki periode negatif lantaran lima laga terakhir dilewati tanpa satu pun kemenangan.
Rentetan buruk ini dimulai saat Persija Jakarta gagal meraih kemenangan saat menjamu Borneo FC di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi (9/8/2023) lalu dengan skor imbang 1-1.
Selepas itu, skuad Macan Kemayoran kalah 0-2 dari Madura United di laga tandang (13/8/2023), imbang 2-2 dengan Arema FC di Patriot (20/8/2023), kalah 0-2 dari Dewa United di Tangerang (25/8/2023) dan terakhir bermain imbang 1-1 saat menerima lawatan Persib Bandung (2/9/2023).
Rentetan hasil buruk ini rupanya turut menjadi sorotan Vennard Hutabarat. Pemain yang kerap disapa Veve itu menyebut permainan Persija musim ini terasa berbeda di banding musim sebelumnya.
"Cara bermain Persija musim ini sedikit berbeda dari musim lalu. Perekrutan pemain baru masih harus menyesuaikan dengan strategi Thomas Doll. Ada yang cepat ada yang lambat. Banyak masalah yang membuat Persija tak begitu bagus di awal musim ini,” tutur Veve, dikutip dari laman resmi klub, Senin (11/9/2023).
Secara khusus, Veve juga membahas soal kegagalan Persija meraih kemenangan karena adanya kartu merah yang didapat pemainnya.
Misalnya seperti kartu merah Firza Andika saat melawan Arema yang membuat tim ibu kota yang seharusnya unggul 2-1 harus berakhir imbang.
Kejadian serupa ini pun kembali terulang ketika menghadapi Persib. Di mana Persija yang kala itu sudah unggul 1-0 akhirnya disamakan pada menit ke-85 akibat adanya artu merah dari Hanif Sjahbandi.
“Akhirnya Persija dalam lima match terakhir ini tiga kali imbang dan dua kali kalah. Hanya dapat tiga poin. Sekarang terdampar di posisi yang seharusnya tidak berada di sana (peringkat ke-12),” ucapnya melanjutkan.
Karena itu, Veve berpesan kepada para pemain Persija agar lebih disiplin dan bisa mengatur emosi saat bermain.
“Kesalahan yang dilakukan jangan diulangi lagi (kartu merah saat unggul). Pemain lawan pintar saat tidak bisa mencetak gol maka yang dipancing emosi. Hal yang tidak penting menurut saya,” pungkasnya.
Kendati demikian, jebolan kompetisi internal Persija itu tetap optimis skuad Macan Kemayoran akan mendapatkan kesempatan untuk bangkit di laga selanjutnya. (*)