Suara Denpasar - Detik detik penyerangan terhadap media official Madura United oleh pelaku yang diduga oknum suporter PSS Sleman terekam kamera.
Detik detik penyerangan ini seperti yang diunggah oleh akun instagram @ultras.id yang menampilkan terduga pelaku masuk ke ruang konferensi pers usai laga.
Pelaku yang memakai penutup wajah memasuki ruang yang seharusnya steril dari pihak yang tidak memakai ID Card.
Datangnya pelaku ini membuat official tim kepelatihan Madura United sempat dibuat panik dan memutuskan keluar dari ruangan tersebut.
"Sekelompok Orang Bertopeng Menyerang Media Officer Madura United Pasca Laga Lawan PSS. Insiden ini terjadi saat digelar konferensi pers pasca pertandingan di Stadion Maguwoharjo Sleman seusai pertandingan. Saat konfrensi pers dimulai, sekelompok pria tak dikenal tanpa menggunakan ID Card memakai Balaclava dan memasuki ruangan," demikian unggahan dari akun instagram ultras.id, dikutip pada Senin (25/9).
Salah satu pria yang menggunakan penutup wajah langsung menunjukkan gelagat agresif di meja konfrensi pers, di sana sudah terdapat pelatih dan pemain Madura United.
"Setelah pemain dan pelatih masuk, nahasnya Media Officer Madura United yang masih tertinggal di ruang preskon ditangkap oleh oknum yang lain dan selanjutnya ke arah pintu Player entrance (Pintu masuk pemain) untuk kemudian dihakimi secara bersama-sama oleh beberapa oknum lain yang ada di luar," imbuh unggahan tersebut.
Namun sebelum situasi semakin parah Media Officer Madura United Berhasil melarikan diri.
Akibat serangan tersebut, staf media officer mengalami luka di pelipis dan memar di pipi. Madura United Sendiri Akan Menempuh Jalur Hukum.
Baca Juga: Tak Peduli Dituding Lakukan Strategi Rebahan? Pelatih Bali United Puas Curi Poin dari Persija
Belum ada keterangan resmi dari pihak PSS Sleman atas kejadian tersebut. ***