Mungkin, kata Bambang, pihak Persija kaget dengan permintaanya. Apalagi dia saat itu dia masih belia, dengan jam terbang baru di Timnas. Belum pernah ikut klub untuk kompetisi reguler yang ketat.
Walau demikian, Persija menyanggupi. Deal. Bambang dikontrak Persija. Dia mengarungi Liga Indonesia musim 1999-2000. Yang menarik, musim pertamanya dia tampil gemilang.
"Faktanya gua main 100 persen dan gua top skor liga. Gua bukan bermaksud sombong," kata Bambang.
"Tapi pembuktian lah ya. Sombong karena karya. Ahmad Dhani mode," celetuk Mamat kocak.
Bambang mengatakan, syarat berupa garansi dimainkan dalam 50 persen pertandingan itu hal yang realistis bagi pemain muda yang membutuhkan menit bermain. Bukan menjadi camat alias cadangan mati.
"Itu realistis dong. Karena sebagai pemain muda, yang perlu, yang paling lu butuhin itu jam terbang. Jangan cuman tampil atau pengen tampil di tim besar tapi lu enggak pernah main, lu enggak improve," papar dia.
Dalam catatan, Liga Indonesia musim 1999-2000, Bambang Pamungkas menjadi topskor dengan 24 gol. Meski dia belum berhasil membawa Persija juara Liga, karena kalah di semifinal melawan PSM Makassar dengan skor 0-1.
Pada Agustus-Desember 2000, dia sempat direkrut klub Belanda, EHC Norad. Namun masalah hawa dingin membuatnya tidak kuat berkiprah di Eropa.
Barulah pada musim 2001, Bambang Pamungkas berhasil membawa Persija juara setelah mengandaskan PSM Makassar dengan skor 3-2. Bepe, demikian dia biasa disapa, mencetak dua gol di final. Membuatnya menjadi pemain terbaik.
Bambang Pamungkas gagal menjadi topskor pada Liga Indonesia Musim 2001. Sebab, dia harus berbagi peran dengan striker Persija lainnya, Budi Sudarsono yang baru direkrut dari Persebaya pada musim itu. Budi meraih 17 gol, Bepe 15 gol, sedangkan topskor Sadissou Bako dari Barito Putera.
Tapi, cara Bambang yang berani memberi posisi tawar tinggi atas dirinya merupakan hal yang menarik bagi pemain muda. Agar mereka bisa mengembangkan talentanya. Tidak redup ketika menginjak usia matang. Apakah Pratama Arhan atau pemain muda lainnya berani mencoba cara Bepe?
Sepanjang kariernya di sepak bola, Bambang pernah membela Selangor FC (2005-2007), Pelita Bandung Raya dan Persipasi, hingga kembali ke Persija pada 2014 sampai gantung sepatu pada 2020.
Bersama Timnas Indonesia, Bepe termasuk legenda hidup saat ini. Dia memiliki 87 caps dengan torehan 38 gol. (*)