Suara Denpasar - Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan dikabarkan akan direkrut klub Liga 1 Korea, Suwon FC. Yang menarik dari klub ini adalah mengenai keberadaan salah satu bintangnya, Lee Seung-woo. Lee adalah jebolan Barcelona. Dia pernah diorbitkan Shin Tae-yong saat menjadi pelatih Timnas Korsel.
Nama Lee Seung-woo pernah mendunia. Dia dikenal sebagai "Messi Korea" atau "Korean Messi". Kariernya pernah cukup menjanjikan. Walau kini sedikit redup di masa usia emasnya.
Lee Seung-woo lahir pada 6 Januari 1998 di Korea Selatan. Ia segera menarik perhatian pemandu bakat Barcelona setelah menjadi top skor dalam ajang Danone Nations Cup 2010 di Afrika Selatan.
Pada usia belia, dia menjadi bagian La Masia, akademi sepak bola milik Barcelona. Musim pertamanya bersama Braugrana U-13 sungguh luar biasa. Dalam satu musim, Lee mencetak 39 gol dalam 29 penampilan, sebuah prestasi yang bahkan tak pernah dicapai oleh legenda Barcelona, Lionel Messi bersama La Masia. Ia juga memperoleh predikat sebagai pemain terbaik dalam empat turnamen remaja.
Namun, potensinya nyaris meredup karena peraturan FIFA yang melarang pemain di bawah usia 18 tahun memiliki kontrak internasional tanpa pendampingan orang tua mereka. Barcelona dihukum selama dua musim dan dilarang merekrut pemain, sehingga Lee kembali ke tanah airnya, Korea Selatan.
Setelah masa hukuman dari FIFA selesai, Lee Seung-woo mendapatkan kesempatan untuk debut bersama Barcelona B. Namun, entah apa yang terjadi, Barcelona malah menjual Lee ke klub Serie A Italia, Hellas Verona pada 2017. Meskipun ada klausul kontrak yang memungkinkannya untuk kembali ke Barcelona, Lee tidak pernah mengenakan kembali jersey Barca.
Setelah "dibuang" Barcelona dan terdampar di Hellas Verona, perjalanan karier Lee Seung-woo juga makin suram. Dia hengkang ke klub Belgia, Sint-Truiden. Sempat dipinjamkan ke Portimonense di Portugal.
Pada usianya yang ke-24, karier Lee tidak makin baik. Selesai dri klub Belgia dia sempat menganggur, sebelum akhirnya dia pulang kampung pada Desember 2022 dan menandatangani kontrak dengan Suwon FC pada 1 Januari 2022.
Pada musim 2022, Lee mencetak 13 gol dan memberikan 3 assist dalam 31 pertandingan. Musim 2023 ini, ia telah tampil dalam 28 pertandingan dengan 7 gol dan 3 assist. Meskipun belum mencapai performa terbaiknya, Lee Seung-woo tetap menjadi salah satu pemain yang menonjol di Liga 1 Korea.
Baca Juga: Pratama Arhan Berani Coba? Begini Cara Bambang Pamungkas Hadapi Klub Agar Tidak Jadi Cadangan Mati
Peran Shin Tae-yong
Sebuah fakta menarik dalam perjalanan Lee adalah peran Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia saat ini. Shin Tae-yong pernah menjadi pelatih Timnas Korea Selatan saat Lee Seung-woo pertama kali diberikan kesempatan bermain untuk tim nasional Korsel.
Debut Lee bersama Timnas Korsel terjadi dalam pertandingan melawan Honduras, yang berakhir dengan skor 2-0, dengan Lee menyumbang 1 assist. Pelatihnya saat itu Shin Tae-yong.
Ia juga ikut dalam tim Korea Selatan yang meraih medali emas di Asian Games 2018, mencetak gol dalam pertandingan final melawan Jepang.
Lee hanya bersama Timnas Korea Selatan sampai tahun 2019. Setelah itu, dia belum pernah dipanggil lagi untuk membela Taeguk Warrior, sebutan tim Korsel.
Usia Lee saat ini sudah 25 tahun. Inilah usia emasnya. Sosok yang pernah disebut Messi Korea ini seakan mengingatkan pada beberapa nama yang mendapat julukan titisan Messi.
Ada dua "Messi Indonesia". Seperti Egy Maulana Vikri, hingga Tristan Alif. (*)