Suara Denpasar - Eden Hazard resmi memutuskan gantung sepatu alias pensiun dari sepak bola profesional pada Selasa (10/10/2023).
Eden Hazard meninggalkan lapangan hijau di usia yang terbilang muda bagi pesepak bola yakni 32 tahun setelah kurang lebih melewati 700 pertandingan.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @hazardeden_10, mantan kapten Timnas Belgia tersebut mengatakan bahwa inilah saat bagi dirinya mengakhiri karier sebagai pesepakbola profesional.
Atas keputusan ini, banyak yang menilai bahwa Hazard gantung sepatu setelah dirinya memiliki riwayat cedera kambuhan serta tak kunjung memiliki tim baru sejak awal musim 2023/2024 ini.
Ya, Hazard merupakan salah satu pemain hebat yang terkena nasib sial harus berjuang melawan riwayat cedera dari musim ke musim, terlebih sejak membela klub terakhirnya, Real Madrid.
Ironisnya, dari empat musim keberadaan Hazard di Madrid, ia hanya tampil sebanyak 76 pertandingan saja di semua ajang kompetisi.
Dalam periode tersebut berdasarkan data dari transfermarkt, Hazard harus masuk ruang medis sebanyak 18 kali dengan cedera berbeda dan menghabiskan waktu selama nyaris 500 hari untuk beristirahat!
Beragam jenis cedera pernah tercatat mengganggu karier mantan pemain Chelsea selama di Real Madrid, dari mulai hamstring, bengkak pada engkel, cedera otot, virus corona, flu perut, fraktur distal fibula, hingga iritasi tendon patella.
Cedera fraktur distal fibula atau patah pergelangan kaki menjadi yang paling serius dirasakan Hazard yang mana cedera ini pernah memaksanya menepi hingga 3 bulan pada Februari 2020 lalu.
Baca Juga: Link Live Streaming Real Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol Malam Ini: Head to Head dan Prediksi Skor
Mirisnya lagi, cedera ini kambuh lagi pada Maret 2022 yang kembali membuat Hazard harus absen bermain selama lebih dari 2 bulan.
Jelas hal tersebut menjadi alasan terkuat mengapa performanya merosot drastis sejak dibeli Real Madrid pada 2019, padahal tadinya sang pemain diproyeksikan untuk menggantikan Cristiano Ronaldo yang pindah dari Madrid di musim yang sama.
Sangat disayangkan betul karier Hazard hancur karena cedera selama di Real Madrid. Talenta hebat yang diperlihatkannya selama di Chelsea seolah habis tak bersisa sejak 2019 lalu.
Andai Hazard tak banyak cedera dan tetap konsisten menampilkan performa luar biasa dari musim ke musim, bisa saja satu gelar Ballon d'Or sempat mampir ke tangannya.(*/Ana AP)