Suara Denpasar - Cak Imin alias Muhaimin Iskandar beri jawaban menarik ketika ditanya soal cap haus jabatan yang melekat pada dirinya.
Muhaimin merupakan Cawapres Anies Baswedan dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang diisi oleh Partai NasDem, PKS dan PKB.
Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum PKB dalam waktu yang cukup panjang, bahkan ia menceritakan pengalamannya memimpin partai dan mendampingi 2 pemerintahan selama masing-masing 2 periode atau total 20 tahun.
Ketika diundang bersama Anies Baswedan dalam acara Kick Andy Kontroversial, ditayangkan di salah satu stasiun televisi nasional, ia ditanyai tanggapannya soal cap yang melekat pada dirinya.
Host acara itu menanyakan tanggapan Cak Imin yang kerap dicap haus jabatan, menghalalkan segara cara demi kekuasaan seperti kutu loncat.
Cak Imin kemudian menjawab bahwa perbedaan antara kutu dan politisi adalah loncat dan berjalan dengan langkah yang tepat.
"Kalau kutu itu mungkin loncat, tapi kalau politisi itu mungkin jalannya tepat, kira-kira begitu," jawab Cak Imin dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube METRO TV pada Jum'at, (20/10/2023).
Selanjutnya, Cak Imin menyampaikan kawaban lebih menarik lagi, menurutnya merebut jabatan adalah fungsi Ketua Umum Partai.
"Kalau dibilang haus jabatan, ya gunanya apa saya jadi Ketua Umum Partai kalau gak rebut jabatan!" ungkapnya.
Cak Imin melanjutkan dengan menjelaskan bahwa jabatan itu memang harus direbut Ketua Umum Partai agar menjadi kemaslahatan.
"Justru jabatan itu yang harus kita ambil untuk kemaslahatan, perbaikan, peran, sekaligus di tangan jabatan politisi yang benar, inysa Allah Indonesia akan benar," tegasnya. (*/Dinda)