Suara Denpasar - Kemenangan Lionel Messi atas Ballon d'Or 2023 menuai kritikan pedas dari berbagai pihak. Banyak yang menganggap bahwa Erling Haaland lebih pantas mendapatkannya dibandingkan Messi.
Salah satu kritikan paling tajam datang dari mantan kapten timnas Jerman, Matthaus Lothar. Ia secara tegas menyebutkan bahwa Messi tidak layak memenangkannya dan kemenangan tersebut adalah sebuah lelucon.
“Meski saya penggemar Messi, menurut saya ini hanya lelucon,” ujarnya mantan pemain Jerman dengan caps terbanyak itu.
"Musim lalu, Haaland tampil lebih baik dibandingkan Messi. Tidak layak jika Messi menang. Bagi saya tidak ada alasan untuk mengabaikan apa yang dicapai Haaland," lanjutnya.
Kritikan dari legenda timnas Jerman itu segera mendapat respons dari media Argentina, Diario Ole. Mereka lalu membagikannya di akun instagram mereka.
Postingan tersebut berhasil memancing komentar yang isinya banyak mendukung kemenangan Messi. Salah satunya dari rekan setim Messi di timnas Argentina, Angel di Maria.
“A llorar a otro lado (Menangislah di tempat lain),” komentar gelandang Argentina itu dalam postingan tersebut yang disertai dengan emot tertawa.
Kemenangan Messi atas Ballon d'Or 2023 memang banyak mengundang kontroversi karena menganggap Haaland lebih layak.
Faktanya, meski berhasil membawa negaranya memenangkan Piala Dunia 2023, penampilan Messi bersama PSG tidak terlalu mentereng. Berbeda dengan Haaland yang justru gemilang bersama Manchester City dengan meraih treble.
Baca Juga: Kalahkan Erling Haaland dan Kylian Mbappe, Lionel Messi Menangkan Ballon d'Or 2023
Hal inilah yang inilah yang kemudian menjadi landasan dari kritik tajam Matthaus. Baginya, capaian Haaland bersama City, termasuk mencetak 52 gol adalah raihan yang luar biasa.
Perlu diketahui, Matthaus Lothar sendiri juga pernah memenangkan penghargaan Ballon d'Or pada tahun 1990.
Pada tahun yang sama, saat Matthaus Lothar meraih penghargaan individu itu, ia berhasil membawa Jerman memenangkan Piala Dunia usai menundukkan Italia.
Matthaus Lothar berhak menerima penghargaan tersebut setelah mengungguli perolehan poin Salvatore Schillaci dan rekan setimnya di timnas Jerman, Andreas Brehme. Keduanya menempati peringkat 2 dan 3. (*/Dinda)