Suara Denpasar- Penerbangan pesawat Pelita Air IP205 jurusan Surabaya-Jakarta yang terbang di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur pada Kamis, 7 Desember 2023, harus ditunda lantaran ada seorang penumpangnya, yang bergurau soal ancaman bom yang dibawanya.
Kabar itu pun sempat ramai di aplikasi X, bagaimana tidak, kabar mengenai adanya ancaman bom di pesawat tentu membuat semua orang menjadi khawatir dan takut.
Pengecekan pun telah dilakukan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan dengan pihak maskapai, hasilnya diperoleh kronologis bahwa benar telah terjadi ancaman bom, yang dibawa oleh salah satu penumpang dengan tujuan bercanda.
Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan menjelaskan, pesawat Pelita Air IP205 pada saat itu dalam kondisi sudah take off dari Bandara Juanda Surabaya menuju Jakarta.
Namun, karena didapati ancaman bom dari pelaku, pesawat tersebut akhirnya kembali lagi atau memutar balik ke bandara asal, yakni Bandara Juanda. Dalam dunia penerbangan, hal itu sering dikenal dengan istilah RTA (return to apron).
Akibat kejadian itu, seluruh penumpang diturunkan dan petugas melakukan pengecekan ke dalam pesawat, untuk mendeteksi keberadaan bom yang diinformasikan.
Setelahnya memang benar didapat bahwa ancaman bom yang dilemparkan oleh pelaku, hanya untuk tujuan guyonan semata.
Karo Penmas Divisi Humas Polri pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengeluarkan candaan. Bergurau tentang ancaman bom di pesawat sangat tidak boleh untuk dilakukan.
“Bahwa info tersebut benar, adanya ancaman bom di pesawat yang dilakukan oleh salah satu penumpang dengan tujuan bercanda. Tidak boleh bergurau soal bom,” kata Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan, dilansir dari humas.polri.go.id pada Jumat, 8 November 2023.
Baca Juga: Spesifikasi dan Harga Redmi 13C, Handphone Rp1 Jutaan yang Sudah Pakai NFC
Pelaku yang melakukan ancaman bom tersebut pun kini telah ditahan dan diperiksa oleh petugas POM Lanudal Surabaya sesuai dengan penegakan hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(Rizal/*)