Sejarah Depok: Berawal dari Hutan Belantara hingga Menjadi Kota

Suara Depok

Kamis, 04 Agustus 2022 | 12:08 WIB
Sejarah Depok: Berawal dari Hutan Belantara hingga Menjadi Kota
Suasana lalu lintas di Simpang Ramanda, Jalan Margonda Raya, Kota Depok.[Immawan Zulkarnain/SuaraBog (Immawan Zulkarnain/SuaraBogor)

Depok.suara.com - Kota Depok pada masa silam ternyata adalah sebuah dusun di hutan belantara yang dibeli tanahnya oleh Cornelis Chastelein. Sosok ini juga membeli daerah Jakarta Selatan, Ratujaya, dan Bojonggede.

Kemudian Depok menjari kecamatan di lingkungan Kewedanaan wilayah Parung Kabupaten Bogor. Pada tahun 1976, Perum Perumnas mulai membangun perumahan bersama dibangunnya Universitas Indonesia. Oleh karena itu mulai meningkatlah perdagangan dan jasa hingga memerlukan pelayanan yang cepat juga.

Pemerintah kemudian membentuk Kota Depok sebagai kota administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1981 yang diresmikan kemudian tanggal 18 Maret 1982 oleh Menteri Amir Machmud sebagai Menteri Dalam Negeri. Menteri tersebut meresmikan Kota Depok menjadi 3 kecamatan dan 17 desa.

Kecamatan-kecamatan tersebut yakni Kecamatan Pancoran Mas. Di dalam kecamatan tersebut terdapat 6 desa yakni Desa Depok Jaya, Desa Depok, Desa Mampang, Desa Rangkapan Jaya, Desa Pancoran Mas, Desa Rangkapan Jaya Baru.

Kemudian ada Kecamatan Sukmajaya yang terdiri atas 6 desa yakni Desa Mekarjaya, Desa Sukamaju, Desa Sukma Jaya, Desa Kalibaru, Desa Cisalak, Desa Kalimulya. Selanjutnya ada Kecamatan Beji yang terdiri dari 5 Desa yakni Desa Beji, Desa Kemiri Muka, Desa Pondok Cina, Desa Tanah Baru, Desa Kukusan.

Desa Beji, Desa Kemiri Muka, Desa Pondok Cina, Desa Tanah Baru, Desa Kukusan.


Semakin berkembangnya jaman, Kota Depok juga semakin berkembang di bidang Pembangunan, Pemerintahan, dan Kemasyarakatan. Pada bidang Pemerintahan, seluruh desa berganti menjadi Kelurahan sehingga akhirnya Depok terdiri atas 23 Kelurahan dan 3 Kecamatan.

Kecamatan Pancoran Mas yang terdiri atas 6 kelurahan yakni Kelurahan Depok, Kelurahan Depok Jaya, Kelurahan Pancoran Mas, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru. Kecamatan Beji yang juga terdiri atas 6 Kelurahan, yaitu : Kelurahan Beji, Kelurahan Beji Timur, Kelurah Pondok Cina, Kelurahan Kemirimuka, Kelurahan Kukusan, Kelurahan Tanah Baru.

Kemudian ada Kecamatan Sukmajaya yang terdiri atas 6 kelurahan yakni Kelurahan Sukmajaya, Kelurahan Suka Maju,. Kelurahan Mekarjaya, Kelurahan Abadi Jaya, Kelurahan Baktijaya, Kelurahan Cisalak, Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Kalimulya, Kelurahan Kali Jaya, Kelurahan Cilodong, Kelurahan Jatimulya, Kelurahan Tirta Jaya.

baca juga

Kota Depok semakin berkembang dan aspirasi masyarakat pun semakin mendesak. Masyarakat mendesak agar Depok menjadi Kotamadya agar pelayanannya semakin baik. Kemudian, Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat memerhatikan dan mengusulkan saran tersebut ke Pemerintah Pusat serta Dewan Perwakilan Rakyat.

Undang-Undang Nomor 15 tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tk. II Depok ditetapkan pada tanggal 20 April 1999 yang kemudian diresmikan pada 27 April 1999. Peresmian tersebut berbarengan dengan Pelantikan Pejabat Walikotamadya Kepala Daerah Tk. II Depok yang dipercayakan kepada Drs. H. Badrul Kama yang saat itu menjabat sebagai Walikota Kota Depok. Peresmian tersebut pun dijadikan hari jadi Kota Depok.

Berdasarkan peraturan di atas, Kota Depok terdiri atas 3 kecamatan ditambah dengan sebagian wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor yakni Kecamatan Cimanggis yang didalamnya terdapat Desa Cimpaeun, Kelurahan Cilangkap, Desa Tugu, Desa Mekarsari, Desa Cisalak Pasar, Desa Curug, Desa Harjamukti, Desa Tugu, Desa Mekarsari, Desa Sukatani, Desa Cijajar, Desa Sukamaju Baru,Desa Leuwinanggung.

Selain itu terdapat Kecamatan Sawangan yang terdapat 14 desa yaitu Desa Serua, Desa Sawangan Baru, Desa Cinangka, Desa Pondok Petir, Desa Kedaung, Desa Curug, Desa Sawangan, Desa Bojong Sari, Desa Bojong Sari Baru, Desa Duren Mekar, Desa Duren Seribu, Desa Pengasinan Desa Bedahan, Desa Pasir Putih.

Kemudian ada Kecamatan Limo dengan 8 desa yakni Kecamatan Limo yang terdiri dari 8 (delapan) Desa Krukut, Desa Limo, Desa Cinere, Desa Meruyung, Desa Pangkalan Jati, Desa Gandul, Desa Pangkalan Jati Baru, Desa Grogol. Selanjutnya juga ada 5 desa lagi dari Kecamatan Bojong Gede Desa Ratu Jaya, Desa Cipayung Jaya, Desa Cipayung, Desa Pondok Terong, Desa Pondok Jaya. Kota Depok saat ini menjadi penyangga Ibu Kota Negara yang menjadi kota pendidikan, pusat perdagangan dan jasa, pariwisata, kota pemukiman dan resapan air.

Daftar Wali Kota Kota Depok

Kota Depok mulai dipimpin oleh Mochammad Rukasah Suradimadja pada tahun 1982 hingga 1984, Mochammad Ibid Tamdjid pada tahun 20 Maret 1984 - 20 Maret 1988, Abdul Wachyan pada tahun 22 Maret 1988 hingga 22 Maret 1991, Mohammad Masduki pada tahun 1991 hingga 1992, Sofyan Safari Hamim pada tahun 1992 hingga 1996, Badrul Kamal pada tahun 1997 hingga 1999, Badrul Kamal menjabat lagi pada tahun 2000 hingga 2005, Nur Mahmudi Ismail pada tahun 2006 hingga 2011 dan menjabat lagi pada tahun 2011 hingga 2016, kemudian yang saat ini adalah Muhammad Idris yang memimpin pada tahun 2016 hingga 2021 dan 2021 hingga saat ini.

Tempat Wisata, Tipologi, dan Senjata Tradisional

Green Lake View Waterpark, Taman Wisata Pasir Putih, Fantasi Waterpark, Taman Bunga Wiladatika, D’Kandang Amazing Farm, Situ Pengasinan Depok, Cagar Alam Kota Depok, Masjid Kubah Emas, Godong Ijo. Depok juga memiliki senjata tradisional yakno Golok Bongsor.

Golok ini digunakan untuk membersihkan semak dan rumput. Dipercaya bahwa dulu pembuatannya dengan unsur mistik. Depok merupakan wilayah dengan iklim tropis dan curah hujan cukup kecil. Kota Depok berpotensi sebagai daerah pertanian dan kemiringannya sangat cocok untuk sistem drainase.

Demikian informasi singkat terkait dengan sejarah Kota Depok beserta tempat wisata, tipologi, dan senjata tradisional. Kota Depok merupakan daerah yang potensial untuk berkebun karena kesuburannya dan berperan penting dalam urusan administrasi Ibu Kota Negara.

Sumber: Suara.com 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Penemuan Timbunan Bansos, Trisno NKP : Rudi Samin Bukan Ketua MPC PP Depok

Soal Penemuan Timbunan Bansos, Trisno NKP : Rudi Samin Bukan Ketua MPC PP Depok

Depok | Kamis, 04 Agustus 2022 | 10:13 WIB

Shopee Tanam, Pengguna Bisa Donasi Pohon

Shopee Tanam, Pengguna Bisa Donasi Pohon

Purwokerto | Kamis, 04 Agustus 2022 | 08:20 WIB

Nama Celine Evangelista Disebut Dalam Kasus Guru Ngaji yang Cabuli 10 Santri di Depok, Kini Divonis 19 Tahun Penjara

Nama Celine Evangelista Disebut Dalam Kasus Guru Ngaji yang Cabuli 10 Santri di Depok, Kini Divonis 19 Tahun Penjara

Jabar | Kamis, 04 Agustus 2022 | 08:17 WIB

Terkini

BPBD Kota Banjar Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BPBD Kota Banjar Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:19 WIB

Gaji Kepala Daerah Mau Naik, Pakar UGM: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes?

Gaji Kepala Daerah Mau Naik, Pakar UGM: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:18 WIB

Misteri Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Sopir Ambulans dan 4 Saksi Kunci

Misteri Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Sopir Ambulans dan 4 Saksi Kunci

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:17 WIB

Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih

Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:15 WIB

Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah

Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:10 WIB

Tayang 26 Agustus di Bioskop, The Journey to Gyeongju Angkat Tema Revenge

Tayang 26 Agustus di Bioskop, The Journey to Gyeongju Angkat Tema Revenge

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:10 WIB

OLXmobbi Tebar Cashback Hingga 35 Juta Tukar Tambah Mobil Bekas ke Mobil Baru di GIIAS 2026

OLXmobbi Tebar Cashback Hingga 35 Juta Tukar Tambah Mobil Bekas ke Mobil Baru di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:06 WIB

Pilot Malaysia Bawa 170 Penumpang ke Jakarta dalam Pengaruh Narkoba

Pilot Malaysia Bawa 170 Penumpang ke Jakarta dalam Pengaruh Narkoba

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:03 WIB

Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO

Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO

Jatim | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:01 WIB

Akal-akalan Komisi Fiktif Asuransi Pelni Rp15,6 Miliar, 4 Petinggi Resmi Pakai Rompi Oranye KPK

Akal-akalan Komisi Fiktif Asuransi Pelni Rp15,6 Miliar, 4 Petinggi Resmi Pakai Rompi Oranye KPK

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:01 WIB

×