Depok.suara.com - Mantan pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E Deolipa Yumara menyinggung soal tentang LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) ketika di wawancarai Uya Kuya.
Dalam wawancara tersebut, Uya Kuya sebenarnya menanyakan alasan pencabutan surat kuasa Deolipa Yumara dan Burhanuddin sebagai kuasa hukum oleh Bharada E. Tapi Deolipa Yumara malah memberikan kode mengenai LBGT.
"Saya sama Bharada E ini kan jatuh cinta ya. saling jatuh cinta. LGBT apa ga, kita ga tau ya, tapi jatuh cinta," ujar Deolipa dikutip dari YouTube Uya Kuya TV.
Uya Kuya penasan mengenai siapa sosok LGBT yang disinggung Deolipa.
"Siapa LGBT bang?" tanya Uya.
Deolipa tidak memberikan jawaban jelas namun hanya memberikan kode.
"Ya 303 yang pengen jadi Kapolri kan itu kan LGBT," ujar Deolipa.
"Kata siapa?" cecar Uya Kuya.
Deolipa menjawab dengan kalimat tidak jelas.
Baca Juga: Sri Mulyani Patok Pendapatan Negara Rp 2.443 Triliun di 2023
Kata langit. Kata Sinto Gendeng," ucap dia.
"Lu ngomong begini ada bukti ga?" kata Uya Kuya lagi.
"Yang ngomong Sinto Gendeng," kata Deolipa.
Uya lalu menyinggung mengenai perkataan Kabareskrim Komjen Agus Andiranto yang menyatakan Bharada E mencabut kuasa Deolipa karena permintaan dari orang tuanya Bharada E.
"Itu Kabareskrim itu bohong aja. Orang tua Bharada E di Brimob diamanin sama Brimob. Mana bisa keluarganya boro-boro," ujar Deolipa.
Menurut Deolipa, CCTV di Mabes Polri bisa menceritakan semuanya mengenai apa yang membuat dirinya tidak lagi menjadi kuasa hukum Bharada E.