Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:17 WIB
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
Anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini. (Dok: DPR)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi IX DPR RI mendesak pemerintah mencegah masuknya Hantavirus usai wabah fatal terjadi di kapal MV Hondius.
  • Pemerintah diminta memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk negara serta menyiapkan fasilitas kesehatan dan tes PCR yang memadai.
  • Pemerintah perlu memberikan edukasi publik mengenai bahaya Hantavirus sebagai upaya antisipasi dini guna melindungi kesehatan seluruh masyarakat Indonesia.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mendesak Pemerintah untuk segera mengambil langkah preventif guna mencegah masuknya Hantavirus ke Indonesia. 

Peringatan ini muncul menyusul laporan adanya wabah Hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius yang saat ini tertahan di perairan Praia, Cape Verde, setelah sebelumnya berlayar dari Argentina.

Ia menegaskan, bahwa tingkat fatalitas penyakit ini tidak boleh dipandang remeh oleh otoritas kesehatan di Indonesia.

“Pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya Hantavirus ke wilayah Indonesia. Karena penyakit tersebut sangat berbahaya yang sampai menimbulkan kematian,” kata Yahya Zaini kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sedikitnya tiga orang meninggal dunia di atas kapal tersebut, sementara beberapa lainnya masih dalam kondisi suspek. 

Menanggapi situasi global ini, Yahya meminta adanya pengawasan ekstra ketat di seluruh jalur masuk ke wilayah nusantara.

“Pengawasan ketat di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia harus dilakukan. Baik di bandara dan pelabuhan, bahkan pelabuhan di jalur-jalur tikus. Ini sebagai langkah pencegahan,” ungkapnya. 

Selain memperketat perbatasan, Legislator dari Dapil Jawa Timur VIII ini mendorong penguatan fasilitas kesehatan melalui penyiapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mitigasi yang matang.

"Harus ada penguatan di semua fasilitas kesehatan. Baik dari infrastruktur, maupun tenaga kesehatan yang harus sudah memahami prosedur penanganan Hantavirus,” jelas Yahya. 

baca juga

Sebagai langkah deteksi dini, Yahya juga menyarankan penyediaan alat tes PCR khusus di titik-titik krusial guna memantau Warga Negara Asing (WNA) maupun WNI yang memiliki riwayat perjalanan dari negara berisiko.

"Lebih baik mencegah daripada menangani, karena kita tidak ingin penyakit ini mewabah di Indonesia,” ujarnya. 

“Siapkan juga PCR di rumah-rumah sakit pusat dan daerah untuk mengantisipasi masuknya Hantavirus ke Indonesia. Jika perlu juga di bandara untuk mengecek mereka yang baru datang dari negara-negara suspek Hantavirus atau negara berisiko," sambungnya. 

Ia juga menekankan pentingnya edukasi publik mengingat Hantavirus memiliki risiko kematian yang tinggi, terutama tipe New World yang bisa mencapai 35-50 persen. Ia meminta pemerintah tidak ragu dalam memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

"Bukan bermaksud untuk menakut-nakuti, tapi sekali lagi, pencegahan lebih baik. Pemerintah harus masif memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyakit Hantavirus dan bahayanya bagi manusia,” katanya. 

Meski penyebaran saat ini masih terlokalisir di dalam kapal pesiar, Yahya menilai tindakan antisipatif adalah perlindungan terbaik bagi warga negara. Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap tenang namun tetap menjaga protokol kesehatan pribadi.

"Tidak perlu merasa khawatir berlebihan, tapi mari kita terus membudayakan hidup sehat. Sering-sering cuci tangan, terutama setelah beraktivitas, dan gunakan masker apabila sedang dalam kondisi tidak baik,” imbau Yahya.

Lebih lanjut, ia berpesan agar solidaritas kesehatan di tingkat keluarga tetap terjaga. 

“Mari kita saling menjaga, demi kesehatan diri bersama keluarga. Dan terus pantau perkembangan informasi dari sumber-sumber terpercaya, serta perhatikan arahan dari Pemerintah,” pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:33 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:30 WIB

Terkini

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

News | Sabtu, 07 November 2026 | 01:37 WIB

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

×