Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Dicky Prastya

Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:13 WIB
Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II 2026 di Kantor OJK, Jakarta, Kamis (7/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Menteri Purbaya Yudhi Sadewa mengaktifkan kembali Bond Stabilization Fund menggunakan Saldo Anggaran Lebih untuk menjaga stabilitas obligasi negara.
  • Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah tekanan modal asing yang memicu pelemahan nilai tukar Rupiah di pasar keuangan.
  • Pemerintah akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia serta lembaga di bawah Kemenkeu untuk melakukan pembelian kembali obligasi Pemerintah.

Suara.com - Menteri Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sumber anggaran untuk mengaktifkan Dana Stabilitasi Obligasi atau Bond Stabilization Fund (BSF) demi memperkuat nilai tukar Rupiah.

Dana Stabilisasi Obligasi atau Bond Stabilization Fund adalah dana cadangan khusus yang disiapkan Pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN) saat terjadi tekanan masif, seperti pelarian modal asing (capital outflow) yang berisiko memicu krisis.

Menkeu Purbaya menerangkan kalau saat ini dana tersebut berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik Pemerintah yang juga akan dikoordinasikan dengan Bank Indonesia.

Tak cuma itu, dia juga melibatkan special mission vehicle (SMV) atau lembaga di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Nanti kerjanya juga pasti koordinasi dengan barang sentral. Tapi dananya ada. Kalau fund betulan kan desain lamanya itu ada beberapa lembaga yang terlibat, antara lain (Kementerian) Keuangan dan seluruh SMV yang di bawah Keuangan. Itu bisa ikut membantu ketika kita melakukan stabilisasi harga bond. Itu jadi bukan SAL saja," katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dikutip Jumat (8/5/2026).

Bendahara Negara menyebut, rencana ini dilakukan demi menjaga obligasi Pemerintah relatif stabil di pasar. Dengan demikian surat utang negara tidak gampang dipengaruhi investor asing.

Nilai tukar rupiah melemah pada Selasa (5/5/2026), ketika BPS baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen. [Antara]
Ilustrasi Rupiah. Foto: Nilai tukar rupiah melemah pada Selasa (5/5/2026), ketika BPS baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen. [Antara]

"Jadi pada dasarnya saya hanya ingin melihat saja supaya bondnya, marketnya relatif stabil. Kangan gampang digoyang oleh investor asing, itu saja," katanya

Pembelian atau buyback obligasi Pemerintah ini dinilainya tak memerlukan banyak anggaran. Sebab arus keluar modal asing yang terjadi tidak terlalu besar.

"kalau dilihat volume-nya yang keluar selama ini kelihatannya enggak besar-besar amat. Harusnya sih dana kita cukup. Urgensinya cuma itu, menjaga harga bond kita supaya stabil. Supaya tidak menimbulkan kegaduhan di pasar modal kita," jelasnya.

baca juga

Sebelumnya Menkeu Purbaya menjelaskan kalau Bond Stabilization Fund  sebenarnya bukan hal baru. Instrumen ini sudah ada tapi tidak pernah dijalankan.

Bendahara Negara juga memastikan Bond Stabilization Fund berbeda dengan Bond Stabilization Framework yang dimiliki Komite Stabilitas Sistem Keuangan, di mana ini dijlalankan apabila dalam keadaan krisis.

"Bukan hal yang baru, tapi enggak pernah dijalanin. Artinya ada, tapi mati. Sebetulnya sudah ada, tapi mati. Saya mau hidupin aja," beber dia.

Purbaya mengatakan Dana Stabilisasi Obligasi dihidupkan lantaran adanya kenaikan yield obligasi Pemerintah sejak awal 2026. Saat dirinya menyuntik dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan, yield (imbal hasil) obligasi sempat ada di angka 5,9 persen.

Namun setelahnya yield terus naik, mulai dari 6,1 persen dan sekarang 6,7 persen. Akibat imbal hasil terus naik, lanjut Purbaya, maka harga bond bisa jatuh.

"Kalau bond jatuh apa? Asing yang punya bond di sini kan ada capital loss. Ada di sana aturan-aturan di lembaga investasi itu. Kalau loss sekian, musti potong sekian. Jadi itu memicu pelemahan nilai tukar," papar dia.

Maka dari itu Purbaya ingin menahan pelemahan tersebut dengan menjaga harga obligasi. Dengan demikian tidak ada modal asing yang keluar dari instrumen tersebut.

Lebih lanjut ia juga bakal koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) terkait wacana buyback obligasi melalui Bond Stabilization Fund yang akan dijalankan dalam waktu dekat.

"Belum tahu, tapi kita akan koordinasi dengan bank sentral. Saya akan coba bantu Rupiah dengan cara saya sendiri," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:47 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:35 WIB

Saat Rupiah Melemah, Apakah Side Hustle Jadi Jawaban Keresahan Finansial?

Saat Rupiah Melemah, Apakah Side Hustle Jadi Jawaban Keresahan Finansial?

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Terkini

Bitcoin Melesat Tembus ke Level 80.000 USD Lagi, Ini Pendorongnya

Bitcoin Melesat Tembus ke Level 80.000 USD Lagi, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:49 WIB

Peran Krusial Irjen Slamet Uliandi di Kasus Penyadapan Prabowo: Si Pemberi Izin Operasi Gelap

Peran Krusial Irjen Slamet Uliandi di Kasus Penyadapan Prabowo: Si Pemberi Izin Operasi Gelap

News | Jum'at, 06 November 2026 | 09:49 WIB

bank bjb Raih Pengakuan High Dividend,  Bukti  Fundamental Perusahaan Terjaga Solid

bank bjb Raih Pengakuan High Dividend, Bukti Fundamental Perusahaan Terjaga Solid

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:48 WIB

Bolehkah Handbody Dicampur dengan Minyak Zaitun? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Bolehkah Handbody Dicampur dengan Minyak Zaitun? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 09:48 WIB

Raka Cahyana Akui Motivasi Pemain Berlipat usai Kedatangan Pelatih Baru Jelang Lawan Dewa United

Raka Cahyana Akui Motivasi Pemain Berlipat usai Kedatangan Pelatih Baru Jelang Lawan Dewa United

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 09:47 WIB

Kenapa Ruben Onsu Diboikot dan Didemo di Depan Gedung TV? Ternyata Ini Pemicunya

Kenapa Ruben Onsu Diboikot dan Didemo di Depan Gedung TV? Ternyata Ini Pemicunya

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 09:47 WIB

Perbedaan RAM dan Memori Internal HP, Jangan sampai Salah Paham

Perbedaan RAM dan Memori Internal HP, Jangan sampai Salah Paham

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 09:42 WIB

Profil Irjen Slamet Uliandi: Dulu Berjasa Seret Sambo, Kini Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

Profil Irjen Slamet Uliandi: Dulu Berjasa Seret Sambo, Kini Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 09:41 WIB

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp18.106, Ini Pemicunya

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp18.106, Ini Pemicunya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:41 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Hijau Tembus Rp120 Ribu per Kg, Cabai Merah Keriting Rp110 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Hijau Tembus Rp120 Ribu per Kg, Cabai Merah Keriting Rp110 Ribu

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:35 WIB

×