Hanya saja, kebutuhannya sangat kecil. Saat kadar kolesterol terlalu tinggi, risiko hipertensi akan turut meningkat. Selain makanan yang digoreng, makanan lain seperti daging merah, keju, kue dan makanan bersantan juga mengandung banyak lemak jenuh. Jadi kalau ingin mengkonsumsi makanan-makanan seperti ini, batasi dengan ketat.
4. Makanan Cepat Saji
Bisa dikatakan makanan cepat saji punya hampir semua yang dibutuhkan untuk memicu hipertensi. Kandungan garamnya tinggi, begitu juga dengan kandungan lemak jenuh di dalamnya.
Semua itu bisa memicu tekanan darah naik secara signifikan. Selain garam dan lemak jenuh, kandungan kalori dalam makanan cepat saji juga tinggi. Tak mengherankan, penggemar makanan cepat saji umumnya menderita obesitas yang juga merupakan salah satu penyebab hipertensi.
Membatasi konsumsi makanan cepat saji dapat membantu menekan risiko hipertensi. Jadi kalau ingin makan makanan cepat saji seperti pizza, kentang goreng dan burger, ingat satu hal. Jika tidak ingin terkena hipertensi, pastikan batasi konsumsinya dengan ketat.
5. Minuman Berkafein
Bagi sebagian orang, mereka memang tidak bisa lepas dari minuman berkafein. Sebut saja seperti kopi atau minuman bersoda. Minuman-minuman seperti ini memang bisa mendongkrak energi. Namun perlu diingat, apa yang terjadi dibalik itu semua sebenarnya punya potensi memicu darah tinggi.
Saat minum minuman berkafein, kelenjar adrenal akan terpicu untuk melepaskan adrenalin dan hormon kortisol lebih banyak. Itulah kenapa ada hentakan energi yang kuat saat kamu minum kopi atau minuman berenergi. Selain itu, kafein juga bisa meningkatkan tekanan darah sementara. Namun kalau konsumsinya terlalu banyak, hal tersebut bisa memicu hipertensi.
Selain kelima makanan di atas, Anda juga harus mewaspadai sayuran penyebab darah tinggi. Jika hanya sayur saja, sebenarnya tidak ada risiko yang perlu diwaspadai. Tapi kalau sayur tersebut diberi campuran mayones atau topping keju dalam jumlah banyak, itu tidak beda jauh dengan mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi gula.