WHO Sebut Akhir Pendemi Semakin Dekat

Suara Depok | Suara.com

Kamis, 15 September 2022 | 18:30 WIB
WHO Sebut Akhir Pendemi Semakin Dekat
Suasana vaksin COVID 19 di Palembang [Fitria/Suara.com] (Fitria/Suara.com)

Depok.suara.com - Akhir dari pandemi Covid-19 kemungkinan semakin dekat. Organisasi kesehatan dunia (WHO) meyakini hal tersebut dan meminta masyarakat meningkatkan upaya untuk mencegah penyebarannya lebih lanjut.

"Kita belum sampai di sana (akhir pandemi). Tetapi ujungnya sudah terlihat," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari USS Feeds, Kamis (15/9/2022).

Tedros mengatakan pada jumpa pers, angka kematian akibat covid-19 pekan lalu turun ke tingkat yang tercatat pada Maret 2020. Menurut badan kesehatan PBB itu, jumlah kematian akibat covid-19 pada 5-11 September yang mencapai 10.935 jiwa di seluruh dunia juga tercatat turun 22% dari angka selama sepekan sebelumnya.
 
Selain itu, jumlah kasus baru untuk pekan ini, turun tajam sebanyak 28% menjadi 3,13 juta kasus.
 
"Kita bisa melihat garis finisnya. Kita sekarang dalam posisi unggul," ujar Tedros.
 
Untuk itu, dia mendesak masyarakat dunia meningkatkan kewaspadaan untuk menahan penyebaran virus. Tedros membandingkan situasi menuju akhir pandemi saat ini, sama dengan situasi pelari maraton yang "berlari lebih kencang" ketika garis finis mulai terlihat.
 
Jika dunia tidak mengambil kesempatan untuk mengakhiri pandemi sekarang, masih ada risiko lebih banyak dari varian virus akan berkembang. Terutama yang mengarah pada peningkatan angka kematian, serta gangguan dan ketidakpastian yang berkelanjutan.

Dia pun meminta agar aturan pelaksanaan tes covid-19 dan analisis gen saat ini tetap dipertahankan. Upaya vaksinasi anti-covid-19 juga bisa dipercepat di daerah-daerah yang tingkat vaksinasinya masih rendah.
 
Seperti diketahui, virus corona baru penyebab covid-19 pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China Tengah, pada Desember 2019. Kemudian, WHO menyatakan pandemi global pada Maret 2020.
 
Percepatan Booster

Dari dalam negeri, Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman meminta pemerintah mempercepat pelaksanaan vaksinasi penguat atau booster, demi meminimalisir risiko paparan dan mutasi dari virus covid-19.

"Kehadiran subvarian, bahkan potensi varian baru yang lebih bisa mengurangi efektivitas dari vaksinasi atau imunitas yang terbentuk dari kombinasi vaksinasi atau reinfeksi bisa saja terjadi. Terutama ketika sebagian dari penduduk atau negara di dunia membiarkan terus virus ini bisa menginfeksi, seperti cakupan vaksinasi yang masih lambat," ujarnya, Rabu.

Ia menambahkan percepatan vaksinasi harus terus digalakkan, sekalipun sebagian dari masyarakat ada yang tidak bisa divaksinasi karena alasan medis dan usia. Menurut Dicky yang juga praktisi dan peneliti Global Health Security itu, upaya percepatan vaksinasi, justru penting untuk melindungi masyarakat yang tidak bisa divaksinasi itu.

"Untuk dewasa ada yang belum beruntung, walaupun vaksin ada dia belum bisa divaksin. Selain itu, ada juga karena memang belum bisa divaksinasi seperti anak-anak di bawah 5 tahun," serunya.

Ia menambahkan, jumlah anak-anak di Indonesia cukup signifikan. Oleh karena itu, penting untuk dilindungi.

"Kalau anak-anak menjadi korban bisa mencelakakan kelompok generasi mendatang, kita harus sadar akan hal itu," kata Dicky Budiman.

Sementara itu berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan tiga dosis vaksin covid-19 hingga per 14 September 2022 pukul 18.00 WIB mencapai total 62.173.952 orang atau 26,49 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi covid-19, sebanyak 234.666.020 juta orang.

Sementara itu, penduduk yang mendapatkan dua dosis vaksin covid-19 sebanyak 170.843.370 orang, yang meliputi 72,80% dari total sasaran. Sedangkan penerima dosis pertama mencapai 204.232.501 orang atau sudah diberikan pada 87,03% dari total sasaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ambisi Nol Kasus Covid di China Dituding Menghambat Perekonomian

Ambisi Nol Kasus Covid di China Dituding Menghambat Perekonomian

Jatim | Jum'at, 02 September 2022 | 13:09 WIB

Mahathir Mohamad Dikabarkan Masuk Rumah Sakit Akibat Terpapar Virus Corona

Mahathir Mohamad Dikabarkan Masuk Rumah Sakit Akibat Terpapar Virus Corona

Jatim | Rabu, 31 Agustus 2022 | 19:05 WIB

Kasus Covid-19 di India Masih Belum Mereda, Puluhan Pasien Meninggal Setiap Hari

Kasus Covid-19 di India Masih Belum Mereda, Puluhan Pasien Meninggal Setiap Hari

Jatim | Selasa, 30 Agustus 2022 | 20:50 WIB

Terkini

9 Fakta Mengerikan Warga Palembang Jadi Operator Penipuan di Kamboja, Polisi Bongkar Dugaan TPPO

9 Fakta Mengerikan Warga Palembang Jadi Operator Penipuan di Kamboja, Polisi Bongkar Dugaan TPPO

Sumsel | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:56 WIB

Polisi Ungkap Motif di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Karyawan Ayam Goreng di Bekasi

Polisi Ungkap Motif di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Karyawan Ayam Goreng di Bekasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:56 WIB

7 Penyebab Motor Matic Boros BBM dan Cara Mengatasinya, Cek Sekarang

7 Penyebab Motor Matic Boros BBM dan Cara Mengatasinya, Cek Sekarang

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:51 WIB

Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran

Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:50 WIB

Gaji Rp3,5 Juta Jadi Umpan: Perempuan Dijebak Sindikat Prostitusi Online di Cilegon

Gaji Rp3,5 Juta Jadi Umpan: Perempuan Dijebak Sindikat Prostitusi Online di Cilegon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:50 WIB

Isu Harga BBM Tembus Rp17 Ribu, Pengendara: Mending Full Tank Sekarang!

Isu Harga BBM Tembus Rp17 Ribu, Pengendara: Mending Full Tank Sekarang!

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:50 WIB

Apa Penyebab Flek Hitam di Wajah? Ini 7 Faktornya

Apa Penyebab Flek Hitam di Wajah? Ini 7 Faktornya

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:49 WIB

Harga Langganan Strava Anjlok 40 Persen! Buka Akses Premium Lebih Luas

Harga Langganan Strava Anjlok 40 Persen! Buka Akses Premium Lebih Luas

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:48 WIB

Dituding Maling Parfum dan Uang Sarwendah, Betrand Peto Yakin Ada Provokator

Dituding Maling Parfum dan Uang Sarwendah, Betrand Peto Yakin Ada Provokator

Entertainment | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:46 WIB

Misteri Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TAUD Identifikasi 16 Pelaku dan Jejak Struktur Komando

Misteri Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TAUD Identifikasi 16 Pelaku dan Jejak Struktur Komando

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:46 WIB