Depok.suara.com - Bripka RR menyampaikan bahwa Brigadir J sempat menolak ajakan Putri Candrawathi untuk masuk ke kamarnya. Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah keterangan.
Bripka RR menduga penolakan
Brigadir J untuk masuk ke kamar Putri Candrawathi lantaran sedang bertengkar dengan Kuat Ma'ruf. Hal ini disebut terjadi satu hari sebelum insiden pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Dikutip dari SuaraTasikmalaya.id, pada hari itu, Bripka RR mengaku ditanya oleh Putri Candrawathi terkait keberadaan Brigadir J. Dirinya lantas
meminta Brigadir J untuk menemui Putri Candrawathi di kamarnya berdasarkan perintah dari istri Ferdy Sambo tersebut.
Tetapi walau sempat menolak Brigadir J pun akhirnya menuruti perintah Putri Candrawathi untuk menemuinya. Kemudian Putri menelepon Bharada E untuk menanyakan keberadaan Bripka RR.
Putri meminta Bripka RR dan Bharada E segera kembali ke rumah lantaran ada masalah yang terjadi di rumahnya. Sesampainya di rumah, Bripka RR mengaku bahwa kondisi di lantai satu saat itu sedang sepi, tidak orang.
Kemudian Bharada E dan Bripka RR pun naik ke lantai dua, lalu melihat Susi sedang menangis dan Kuat Ma'ruf dalam keadaan marah. Melihat hal tersebut, Bripka RR pun langsung menanyakan alasan Kuat Ma'ruf marah.
Lalu sang sopir mengatakan bahwa dirinya melihat kekurangajaran Brigadir J terhadap Putri Candrawathi. Pernyataan tersebut diungkap Bripka RR melalui kuasa hukumnya, Erman Umar.
"Naik ke atas itu lah ketemu Kuat dalam keadaan tegang, kayak ngamuk ditanya ada apa? dibilang 'Itu enggak tahu Si Yosua (Brigadir J)'," bebernya.
Erman mengatakan, asisten Putri Chandrawati, Susi juga ada di lokasi dalam keadaan menangis. Setelah itu Bripka RR menemui Putri Chandrawati di dalam kamar sedang berbaring.
Baca Juga: Son Heung-min Hat-trick Antar Kemenangan Besar Tottenham vs Leicester 6-2, Bye-bye Paceklik Gol
Sumber: Suara.com