China Ubah Gurun Pasir Jadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar

Suara Depok

Kamis, 22 September 2022 | 19:30 WIB
China Ubah Gurun Pasir Jadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar
Pembangkit listrik tenaga Surya terbesar di China (CGTN)

Depok.suara.com - China mulai membangun basis energi matahari atau surya terbesarnya di gurun di Daerah Otonomi Ningxia Hui yang terletak di barat laut. Basis tenaga fotovoltaik itu di Gurun Tengger, Kota Zhongwei Ningxia, gurun terbesar keempat di China, seluas sekitar 43.000 kilometer persegi.

Ketika selesai, proyek ini akan menghasilkan sekitar 5,78 miliar kilowatt-jam (kWh) listrik per tahun. Ini mampu menghemat 1,92 juta ton batu bara standar dan mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 4,66 juta ton per tahun.

“Dengan total investasi 15,25 miliar yuan atau USD2,2 miliar, proyek itu akan menghasilkan pendapatan tahunan sekitar 1,5 miliar yuan setelah selesai dan menyediakan 1.500 pekerjaan,” demikian dilaporkan CGTN, Kamis (15/9/2022).

Ningxia, dengan ketinggiannya yang tinggi dan mendapat pancaran sinar matahari yang lama, memiliki sumber energi matahari yang kaya. Lokasi itu merupakan salah satu dari lima provinsi di China yang paling cocok untuk mengembangkan energi baru tenaga surya.

Kota Zhongwei, yang terletak di tepi tenggara Gurun Tengger, merupakan salah satu daerah dengan sumber energi matahari paling melimpah di China. Dalam beberapa tahun terakhir, 111 proyek energi baru telah dilaksanakan di kota, dan total kapasitas terpasang energi baru di sana telah mencapai 8,27 GW, terhitung hampir sepertiga dari Ningxia.

“China berencana untuk membangun 450 GW kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dan angin di Gobi dan daerah gurun lainnya,” kata He Lifeng, direktur Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC), perencana ekonomi utama China.

China berjanji untuk membatasi emisi karbonnya ke puncaknya pada tahun 2030, dan mewujudkan netralitas karbon pada tahun 2060. Untuk mencapai tujuan tersebut, Presiden China Xi Jinping berjanji pada KTT Perubahan Iklim PBB pada tahun 2020 untuk meningkatkan kapasitas terpasang negara tenaga angin dan surya menjadi lebih dari 1.200 GW pada tahun 2030.

Jumlah itu meningkatkan dibandingkan penggunaan bahan bakar non-fosil dalam konsumsi energi primer untuk sekitar 25 persen selama periode yang sama. Pada akhir tahun 2021, China tersebut telah memasang 306 GW kapasitas tenaga surya dan 328 GW kapasitas angin.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Zhang Yishan Diisukan Terlibat Narkoba dan Prostitusi, Studio Angkat Bicara

Zhang Yishan Diisukan Terlibat Narkoba dan Prostitusi, Studio Angkat Bicara

Your Say | Kamis, 22 September 2022 | 15:52 WIB

Chinese Boyband WayV Berkunjung ke Indonesia, Ini Kegiatan yang Akan Mereka Lakukan

Chinese Boyband WayV Berkunjung ke Indonesia, Ini Kegiatan yang Akan Mereka Lakukan

Indotnesia | Kamis, 22 September 2022 | 11:13 WIB

Puluhan Ahli Nuklir China Dikumpulkan Guna Bahas Potensi Pemanfaatan dalam Industri

Puluhan Ahli Nuklir China Dikumpulkan Guna Bahas Potensi Pemanfaatan dalam Industri

News | Kamis, 22 September 2022 | 10:41 WIB

Terkini

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

×