Depok.suara.com - Walau sudah berakhir damai, Wakil Ketua DPRD Depok Tajudin Tabri belum bisa bernafas lega. Musababnya Partai Golkar masih melakukan investigasi terhadap kadernya tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD Golkar Depok, Farabi A Rafiq yang menyebut proses pemeriksaan internal terhadap anggota DPRD Depok, Tajudin Tabri belum berhenti.
Farabi bahkan menyebut Golkar sudah membentuk tim khusus (timsus) untuk menginvestigasi kasus viral tersebut. Nantinya dari temuan timsus itu, partai baru akan memutuskan bakal dikenakan sanksi internal atau tidak.
“(Soal hukuman) belum, karena kan tidak bisa secepat kilat. Kita tidak mau mengumpulkan data dari satu sisi, kita harus mengumpulkan data dari semua sisi, dari masyakat, sopir yang bersangkutan, HTJ (Haji Tajudin), dan dari lain-lain,” katanya mengutip dari Depoktoday--jaringan Suara.com.
Ditegaskan oleh Farabi untuk kasus Tajudin, aturan yang telah dibuat tidak berubah, sanki dari ringan sampai berat tergantung nanti hasil investigasi.
“Termasuk ada kemajuan (restorative justice) ini saling memaafkan dan saling meminta maaf. Ini juga sudah jadi catatan sendiri bagi tim investigasi, tapi kita belum bisa mengambil keputusan karena kerjanya belum selesai,” jelasnya.
Di sisi lain dijelaskan oleh Farabi
dari hasil pemeriksaan sementara tim investigasi Golkar terhadap Tajudin, yang bersangkutan mengaku tak bermaksud melakukan kekerasan, dan hanya ingin memberikan efek jera.
“Namun HTJ khilaf melakukan hal yang kami nilai berlebihan, dan yang bersangkutan sudah memohon maaf kepada masyarakat, sopir, dan partai, atas dasar khilaf tidak bermaksd demikian,” ungkapnya.
Adapun kronologi lainnya, lanjut Farabi, sudah dibukukan oleh timsus investigasi.
Baca Juga: 4 Kesalahan Pola Asuh yang Bisa Menyebabkan Anak Tumbuh Durhaka
“Timsus juga sudah melaporkan sudah ada kemajuan yang signifikan pada kasus yang sudah terjadi, yaitu restorative justice di kepolisian dan sudah terjadi kedamaian di kedua belah pihak.”
Lebih lanjut Farabi mengatakan, nantinya timsus akan melakukan kerjanya lagi, dan melakukan pemeriksaan, mengumpulkan data lalu memberikan kesimpulan dan rekomendasi kepada ketua untuk dilaukan pleno di DPD Golkar Kota Depok.
“Nah hasilnya akan kami laporkan selanjutnya kepada DPD Golkar Provinsi Jabar,” janjinya.
Sumber: Suara.com