Terkait Kerusuhan Kanjuruhan, Pengamat Internasional Sebut Kegagalan Reformasi Polri

Suara Depok

Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:16 WIB
Terkait Kerusuhan Kanjuruhan, Pengamat Internasional Sebut Kegagalan Reformasi Polri
Polisi ketika tragedi Kanjuruhan (Tangkapan layar)

Depok.suara.com - Pengamat sosial politik dari Australia, Jacqui Baker, menilai kegagalan reformasi di institusi Polri sebagai salah satu penyebab tak langsung tragedi maut di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10).

Diketahui sampai saat ini, sedikitnya 131 meninggal dunia dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, menurut keterangan dari Mabes Polri pada Rabu (5/10/2022).

Sebelumnya, pertandingan Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan berakhir ricuh. Sejumlah suporter turun ke lapangan sehingga aparat keamanan bertindak.

Korban yang meninggal kebanyakan diduga karena terinjak-injak massa suporter Arema lainnya yang panik lantaran gas air mata yang ditembakkan aparat kepolisian di dalam tribune. Padahal, gas air mata di dalam stadion amat dilarang dalam aturan FIFA karena dianggap membahayakan.

Baker kemudian menyorot tajam salah prosedur hingga kekerasan yang digunakan polisi dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan tersebut.

Menurut dosen Studi Asia Tenggara Murdoch University Australia itu, insiden di Stadion Kanjuruhan harus dipahami dalam konteks yang lebih luas terkait impunitas Polri.

"Ketika polisi tak bertanggung jawab atas tindakan mereka, maka akan lahir ketidakprofesionalan," kata Baker mengutip dari beberapa sumber, Kamis (6/10/2022).

Menurutnya, secara struktural, di Indonesia kepolisian tidak secara langsung dihitung sebagai lembaga demokrasi yang bisa dimintai pertanggungjawabannya.

"Akuntabilitas di sini termasuk harus dimintai pertanggungjawaban, atau menjelaskan tindakan dan keputusan Anda, dan (bisa) dijatuhi hukuman jika ada kesalahan. Dengan cara demikian, ini mekanisme penataan yang amat penting dalam perilaku institusional," kata Baker.

baca juga

Baker kemudian menilai reformasi di tubuh Polri tidak berjalan sesuai dengan iklim demokrasi di Indonesia.

"Kegagalan reformasi kepolisian yang demokratis di Indonesia berarti polisi dan pemimpin politik terisolasi dari bentuk pertanggungjawaban publik. Dalam konteks ini, malapraktik, inkompetensi, dan pembiaran berkembang," tutur Baker.

"Polri bisa saja sudah meninjau kembali standar prosedur operasi dalam penggunaan gas air mata beberapa tahun lalu jika mereka memang mempertanggungjawabkan penggunaannya kepada warga sipil," ucap Baker.

"Sebaliknya, kita menyaksikan terjadinya peningkatan kekerasan dalam penanganan ketertiban umum selama empat hingga lima tahun belakangan," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Alasan Indonesia Tak Layak Dihukum Berat oleh FIFA, Erick Thohir hingga Jokowi Ramai-ramai Lobi Federasi?

6 Alasan Indonesia Tak Layak Dihukum Berat oleh FIFA, Erick Thohir hingga Jokowi Ramai-ramai Lobi Federasi?

Denpasar | Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:08 WIB

'Harusnya Malu!' Saat Fans BTS Kumpulkan Ratusan Juta Buat Kanjuruhan, DPR RI Malah Ribut Beli TV Miliaran

'Harusnya Malu!' Saat Fans BTS Kumpulkan Ratusan Juta Buat Kanjuruhan, DPR RI Malah Ribut Beli TV Miliaran

News | Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:00 WIB

Temuan Kompolnas Terkait Tragedi Kanjuruhan: Tak Ada Instruksi dari Kapolres untuk Penembakan Gas Air Mata

Temuan Kompolnas Terkait Tragedi Kanjuruhan: Tak Ada Instruksi dari Kapolres untuk Penembakan Gas Air Mata

Batam | Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Kalah Dramatis dari Argentina, Pelatih Mesir: Francois Letexier Rugikan The Pharaohs

Kalah Dramatis dari Argentina, Pelatih Mesir: Francois Letexier Rugikan The Pharaohs

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ulasan Taktik Cerdas Lionel Scaloni: Perubahan Berani di Babak Kedua Jadi Kunci

Ulasan Taktik Cerdas Lionel Scaloni: Perubahan Berani di Babak Kedua Jadi Kunci

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 03:59 WIB

Presiden Argentina Histeris Lihat Comeback Dramatis Lionel Messi Cs

Presiden Argentina Histeris Lihat Comeback Dramatis Lionel Messi Cs

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 03:52 WIB

Lionel Scaloni Ungkap Dua M yang Bikin Argentina Comeback Kalahkan Mesir

Lionel Scaloni Ungkap Dua M yang Bikin Argentina Comeback Kalahkan Mesir

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 03:25 WIB

Wanita yang Buat Kevin De Bruyne dan Courtois Tak Saling Sapa Lebih dari Satu Dekade

Wanita yang Buat Kevin De Bruyne dan Courtois Tak Saling Sapa Lebih dari Satu Dekade

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13 WIB

Hanya 1 Pemain Brasil yang Berani Pulang Kampung Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Hanya 1 Pemain Brasil yang Berani Pulang Kampung Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 03:03 WIB

Tuding Argentina Menang Dibantu Wasit Francois Letexier, Pemain Mesir Bawa-bawa Tuhan

Tuding Argentina Menang Dibantu Wasit Francois Letexier, Pemain Mesir Bawa-bawa Tuhan

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 02:57 WIB

PBB Turun Tangan! Senator Paraguay yang Hina Rasis Mbappe Melawan Balik

PBB Turun Tangan! Senator Paraguay yang Hina Rasis Mbappe Melawan Balik

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 02:36 WIB

Deretan Keputusan Kontroversial Wasit Francois Letexier di Laga Argentina vs Mesir

Deretan Keputusan Kontroversial Wasit Francois Letexier di Laga Argentina vs Mesir

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 01:55 WIB

Tampang Wakil Rakyat yang Lontarkan Serangan Rasis ke Kylian Mbappe

Tampang Wakil Rakyat yang Lontarkan Serangan Rasis ke Kylian Mbappe

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 01:43 WIB

×