Berhasil Selamat dari Tragedi Stadion Kanjuruhan, Yohanes Ungkap Kisah Memilukan yang Terjadi

Suara Depok Suara.Com
Jum'at, 07 Oktober 2022 | 13:50 WIB
Berhasil Selamat dari Tragedi Stadion Kanjuruhan, Yohanes Ungkap Kisah Memilukan yang Terjadi
Potret kepulan gas air mata saat tragedi stadion Kanjuruhan (Istimewa/instagram)

Depok.suara.com, Tragedi stadion Kanjuruhan menyisakan duka yang mendalam dan menjadi pengalaman yang memilukan untuk para korban selamat dari tragedi tersebut

Salah satu nya, kisah yang dialami oleh Yohanes Prasetyo, salah satu Aremania mengalami tragedi tersebut dan berhasil selamat.

Dalam program Mata Najwa edisi "Tragedi Kanjuruhan #UsutsampaiTuntas  Kamis (6/10/2022). Yohanespun menuturkan apa yang terjadi saat kejadian tersebut.

Saat para suporter turun ke lapangan untuk meminta polisi agar tidak lagi menembakkan gas air mata malah menerima serangan berkali-berkali dari aparat.

Sebetulnya, kata Yohanes, ia tidak berinisiatif untuk turun ke lapangan. Keputusan ini berubah saat ia mendengar gas air mata yang ditembakkan ke tribun.

"Saya buru-buru ke luar tapi nggak bisa. Jadi saya kena gas air mata. Mata saya perih, nggak bisa dibuka. Saya cuma bisa denger saudara-saudara saya Aremania minta tolong," katanya.

Hal yang paling memilukan, kata Yohanes, ketika anak-anak kecil dan ibu-ibu disebut berteriak minta tolong saat peristiwa tersebut sehinngga Ia berisiatif untuk ikut turun ke lapangan.

"Anak-anak kecil minta tolong. Suara ibu-ibu minta tolong. Disitu yang membuat saya inisiatif untuk turun ke lapangan. Cuma pengen bilang ke aparat jangan terus menembakkan gas air mata itu," kata Yohanes dengan nada bergetar menahan tangis.

"Gimana ya, Pak. Kita sama-sama Aremania satu jiwa. Dia merasakan sakit. Saya juga merasakan sakit. Saya akhirnya turun, coba ngomong sama Pak polisi," sambungnya.

Baca Juga: 3 Pemain Garuda Asia Diprediksi Bakal Jadi Mesin Gol di Laga Timnas Indonesia vs Palestina, Arkhan Kaka Salah Satunya

Lebih lanjut Yohanes mengisahkan, saat dirinya turun ke lapangan untuk berusaha untuk  memberitahu aparat agar tidak lagi menembakan gas air mata, awalnya polisi bilang iya dan disuruh bilang ke temen temen.

"Pak polisi tolong jangan tembak gas air mata lagi ke tribun disitu banyak anak kecil. Awalnya polisi bilang iya bilangin ke temen-temen kamu," katanya.

Mulai dari situlah, kata Yohanes, dirinya menerima serangan berkali-kali dari aparat. Akibatnya, beberapa bagian tubuhnya mengalami luka memar.

"Salah satu oknum mulai nyerang saya dari belakang. Saya nggak melihat dan nggak tahu siapa yang nyerang. Mau lihat juga gimana. Lihat kanan diserang. Lihat kiri diserang," tuturnya.

"Ada memar di kepala, dahi, punggung, sama kaki," sambungnya.


Sumber: Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI