Depok.suara.com, Kasus tragedi Stadion Kanjuran yang menelan ratusan korban jiwa terus bergulir dan baru baru ini, aparat kepolisian menguka fakta terbaru terkait sejumlah pintu darurat atau pintu emergency yang terdapat di Stadion Kanjuruhan yang tidak berfungsi saat peristiwa terjadi
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa berdasarkan hasil temuan, sebanyak delapan pintu darurat yang terdapat di Stadion Kanjuruhan tidak berfungsi, hal tersebut diduga merupakan salah satu penyebab banyaknya korban berjatuhan.
"Kemungkinan apabila delapan pintu darurat yang berada di Stadion Kanjuruhan dapat diaktifkan, dapat meminimalkan korban dalam tragedi tersebut," ujar Dedi seperti dilansir pmjnews.
“Tapi ketika kejadian itu, fungsi dari emergency exit-nya itu tidak bisa bekerja dengan baik. Tidak bisa dibuka itu yang betul-betul tidak kita harapkan,” tambahnya.
Lebih lanjut Dedi menuturkan, seluruh pintu di sekitar stadion seharusnya tidak dalam kondisi terkunci serta harus dijaga oleh pelayan sehingga dapat difungsikan dengan baik.
"Sebelum pertandingan harus dipastikan dalam regulasi ini pintu dijaga oleh pelayan, semua pintu harus dalam keadaan tidak boleh di kunci, dan harus mampu semaksimal mungkin bisa mengeluarkan penonton dalam semua keadaan selamat," pungkasnya.
Seperti diketahui, sebelumnya juga sempat viral video terkait salah satu pintu keluar Stadion Kanjuruhan yang terkunci sehingga banyak penonton yang berdesakan.