Depok.suara.com - Kaesang Pangarep yang merupakan bos dari Persis Solo menjadi voter pertama yang mendesak PSSI untuk segera menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB).
Diketahui banyak pihak yang mendorong pengurus PSSI mundur karena tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menewaskan ratusan korban jiwa. Tetapi pengurus PSSI menyatakan tidak akan mundur kecuali permintaan dari voter.
Karena itulah putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini mengeluarkan vote pertama meminta KLB. Dia menilai PSSI butuh perubahan secara menyeluruh.
Namun, putra bungsu Presiden Jokowi yang baru terjun ke kancah sepak bola tanah air ini mengaku tidak tahu menahu soal penyenggaraan KLB PSSI.
Karena itulah Kaesang Pangarep merasa perlu dibimbing sebagai pemilik klub yang pertama menginginkan KLB.
"Pak, ijin tolong ajarin kami untuk meminta KLB. Maaf, kami anak baru di dunia sepak bola," kata Kaesang Pangarep melalui akun twitternya yang dilansir SuaraSurakarta.id, Jumat (21/10/2022).
"Apakah kami perlu kirim surat resmi menggunakan kop surat perusahaan ke PSSI?," sambungnya lagi.
Adik Gibran Rakabuming itu kemudian mengatakan apakah satu voter sudah cukup untuk bisa menyelenggarakan KLB.
"Tapi apa kami yang cuma 1 voter ini udah cukup?," ujar Kaesang Pangarep.
Tolak rekomendasi TGIPF
Baca Juga: Google Luncurkan Pembaruan Android 13 QPR1 Beta 3 untuk Pixel 4a ke Seri Pixel 7
Sebelumnya, salah satu rekomendasi pihak TGIPF menyarankan PSSI untuk melakukan KLB demi menyelamatkan sepak bola nasional.
Namun usulan tersebut ditolak oleh salah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Ahmad Riyadh. Ia menyebut, KLB merupakan hak anggota PSSI.
Oleh karena itu, PSSI baru akan melaksanakan KLB andai semua anggota menginginkannya.
"Kalau anggota minta sesuai statuta ya terlaksana. Kalau di luar ya tidak bisa serta merta. Harus melalui statuta yang ada," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Wasit PSSI seperti dimuat Antara.
Lebih lanjut, Riyadh mengatakan tidak perlu disuruh, PSSI akan melaksanakan KLB pada tahun 2023 sebagaiman regulasi yang ada.
"PSSI tidak pakai disuruh nanti tahun 2023 ya ganti dan perlu proses tiga bulan sebelumnya mundur," ujarnya.