Depok.suara.com, Terlait adanya rencana relokasi SDN Pondokcina 1 yang sempat menjadi sorotan berbagi pihak lantaran berimbas kepada kegiatan belajar mengajar (KBM), Dinas Pendidikan Kota Depok diminta mencari solusi atau jalan keluar yang terbaik bagi semuanya.
Demikian dikatakan pemerhati dan penggiat Pendidikan Kota Depok Karmila Sari saat mendatangi lokasi SDN Pondokcina 1 di Jalan Margonda pada Kamis (11/11).
Pasalnya, kaya Karmila, saat berada di lingkungan SDN Pondokcina 1 ternyata para siswa tidak mendapatkan pelajaran dari para guru namun hanya melalui Belajar Daring.
"Pas kami ke dalam kelas ternyata bangku dan kursi sudah tidak ada dan tidak ada guru yang mengajar,"katanya.
Menurut orang tua siswa guru tidak ada yang mengajar karena ada larangan dari pihak sekolah dimana guru tidak boleh datang kesekolah.
Guru mengajar melalui daring bersama siswa-siswa di SDN Pondokcina 1.
"Kan sudah Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka kenapa masih daring,"katanya.
Atas kejadian tersebut, Karmila menuturkan bahwa dirinya merasa prihatin atas kisruh SDN Pondokcina 1 dimana melihat para siswa masih bersemangat untuk sekolah meskipun surat edaran untuk belajar dirumah sudah disampaikan beberapa minggu lalu.
"Saya tergerak membantu dengan beberapa teman-teman untuk mengajar memberikan pendampingan siswa siswi yang masuk ke sekolah,"katanya.
Seharusnya Disdik memberikan solusi yang baik jangan melarang guru guru untuk tidak masuk ke sekolah.
Sebaiknya tetap lakukan KBM sampai ada kejelasan relokasi atau pemindahan siswa, apalagi sebentar lagi akan masuk ujian tengah semester.
Dia meminta anggota DPRD Kota Depok untuk memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok untuk dimintai klarifikasinya sehingga kasus SDN Pondokcina 1 segera diselesaikan.