Depok.suara.com - Penyerang Real Madrid Vinicius Junior dan presiden La Liga Javier Tebas berselisih di media sosial atas sikap pihak otoritas sepak bola Spanyol dalam menangani rasisme.
Pada hari Sabtu, pemain internasional Brasil itu menuduh La Liga tidak melakukan apa-apa terhadap penggemar rasis di pertandingan. Hal ini setelah beredarnya video di media sosial.
Para video tersebut menunjukkan para pendukung meneriakkan pelecehan dan melemparkan benda ke arah Vinicius Junior di pertandingan sehari sebelumnya.
La Liga mengeluarkan pernyataan yang mengecam segala bentuk ujaran kebencian dan mengatakan pihaknya menindaklanjuti kasus rasisme di pertandingan tersebut.
Vinicius tampaknya menjadi sasaran pelecehan di stadion Jose Zorrilla di Valladolid saat ia berjalan melewati para penggemar setelah digantikan dalam kemenangan 2-0 Madrid atas Real Valladolid pada hari Jumat.
"Rasis terus pergi ke stadion dan menonton klub terbesar di dunia dari dekat dan La Liga terus tidak melakukan apa-apa," tulis Vinicius di Twitter.
"Saya akan melanjutkan dengan kepala tegak dan merayakan kemenangan saya dan Madrid."
Namun, Tebas menanggapi cuitan Vinicius di media sosial dan mengkritiknya.
"Di La Liga, kami telah berjuang melawan rasisme selama bertahun-tahun," tulis Tebas di Twitter. "@Vinicius Junior, sangat disayangkan, tidak adil dan tidak benar untuk mempublikasikan bahwa La Liga tidak melawan rasisme. Informasikan diri Anda dengan lebih baik.
Baca Juga: Sudah Tak Punya Harapan Lolos ke Fase Gugur, Filipina Janji Tetap akan Sulitkan Timnas Indonesia
"Kami siap membantu Anda sehingga bersama-sama, kita bisa pergi ke arah yang sama."
Tebas juga membagikan pernyataan resmi pada hari Sabtu di mana liga mengatakan sedang melihat pertandingan hari Jumat.