Depok.suara.com - Kota Depok, Jawa Barat, termasuk wilayah yang terserang suhu panas di Indonesia. Penyebab suhu panas ini sudah disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG bahwa pancaran sinar ultraviolet matahari melonjak dari biasanya.
BMKG beberapa waktu yang lalu menyampaikan bahwa paparan ultraviolet dengan risiko bahaya sedang ini menyelimuti wilayah timur Indonesia, termasuk Papua dan Maluku.
Untuk menghindari hal buruk, BMKG menganjurkan kepada warga Indonesia agar berlindung di tempat teduh. Kalau sedang berada di luar ruangan disarankan memakai pelindung topi dan pakai tabir surya SPF 30+.
Sementara itu, wilayah Indonesia berstatus "risiko bahaya rendah".
Suhu panas menyerang wilayah Jakarta dan sekitarnya hingga jam 3 sore pun masih terasa panas menyengat.
![Suhu panas menyelimuti kawasan Depok, Jawa Barat. [Tomy Tresnady]](https://media.suara.com/suara-partners/depok/thumbs/1200x675/2023/04/15/1-suhu-panas2.jpeg)
Penyebab suhu panas
Dilansir dari Republika, Bidang Informasi Kualitas Udara, Kedeputian bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Alberth Nahas, PhD mengatakan bahwa penyebab suhu panas di wilayah Indonesia karena ada masa transisi atau peralihan musim dari musim hujan menjadi musim kemarau.
"Kita berada dalam musim pancaroba," tutur Alberth.
Menurutnya, karakteristik musim peralihan atau pancaroba agak susah diprediksi.
Baca Juga: 7 Fakta Eks Bupati Meranti Gadaikan Kantor dan Mes PUPR: Ternyata Ini Alasannya
Dia menjelaskan kalau pergerakan udara ditentukan dua faktor yang mempengaruhi, yakni La Nina dan El Nino. Namun, untuk saat ini sudah masuk kondisi netral.
Jika kemarin wilayah Indonesia diterpa La Nina, diprediksi bergerak ke posisi El Nino dengan ditandai kondisi curah hujan yang berkurang, terutama di Indonesia bagian barat dan tengah. Itu bertepatan di masa peralihan.
Selanjutnya, faktor lainnya adanya dua bibit siklon tropis yang mempengaruhi udara di wilayah Indonesia. Ada yang di utara bibit siklon tropis 90W dan di selatan (Pulau Nusa Tenggara) bibit siklon 98S.
Munculnya dua bibit siklon tersebut diasosiasikan dengan turunnya hujan.
Alberth mejelaskan ada daerah yang terdampak hujan dengan intensitas sedang atau lebat, tapi tarikan dari pergerakan dua bibit siklon ini menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia terutama bagian barat dan tengah, potensi hujannya menurun karena awan potensi hujannya kesedot ke sekitar dua bibit siklon itu.
BMKG memaparkan data suhu maksimum di wilayah Indonesia berkisar 33 hingga 35 derajat Celcius, di mana sebagian besar di Indonesia bagian barat dan tengah.