Korea Selatan Akan Berikan Rp7,4 juta Perbulan Pada Orang yang Kesepian

Suara Depok | Suara.com

Senin, 17 April 2023 | 19:29 WIB
Korea Selatan Akan Berikan Rp7,4 juta Perbulan Pada Orang yang Kesepian
Ilustrasi Wanita Kesepian (Unsplash/Anthony Tran)

Depok.suara.com - Bagi seorang jomblo yang kesepian biasanya menjadi tekanan tersendiri. Namun, ini tidak terjadi di Korea selatan.Belum lama ini, Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Korea Selatan mengumumkan bahwa mulai pekan ini akan meluncurkan sebesar 650 ribu won atau sekitar Rp7,4 juta per bulan untuk para pemuda yang kesepian. Biaya tersebut dikeluarkan dalam upaya untuk mendukung 'stabilitas psikologis dan emosional serta pertumbuhan yang sehat'.

Sekitar 3,1 persen orang Korea berusia 19 hingga 39 tahun adalah 'anak muda kesepian yang tertutup'. Mereka didefinisikan sebagai tinggal di "ruang terbatas, dalam keadaan terputus dari luar selama lebih dari jangka waktu tertentu, dan mengalami kesulitan nyata dalam hidup. kehidupan normal", menurut laporan kementerian, mengutip Institut Korea untuk Urusan Kesehatan dan Sosial.

Dikutip dari CNN, Jumat (14/4/2023), diperkirakan sekitar 338.000 orang di seluruh negeri mengalami kesepian, dengan 40 persen di antaranya mulai terisolasi sejak masa remaja, menurut kementerian. Berbagai faktor dianggap berperan, termasuk kesulitan keuangan, penyakit mental, masalah keluarga atau tantangan kesehatan.

Langkah-langkah baru ini secara khusus menargetkan kaum muda sebagai bagian dari Undang-Undang Dukungan Kesejahteraan Pemuda yang lebih besar. Tujuannya adalah untuk mendukung orang-orang yang dikucilkan dari masyarakat, serta kaum muda tanpa wali atau perlindungan sekolah yang berisiko menjadi nakal.

Tunjangan bulanan akan tersedia untuk anak muda penyendiri berusia 9 hingga 24 tahun yang tinggal di rumah tangga berpenghasilan di bawah rata-rata pendapatan nasional, yakni sekitar 5,4 juta won (sekitar Rp61 juta) per bulan, untuk rumah tangga yang terdiri dari empat orang.

Studi Kasus Kesepian

Para pemuda dapat mendaftar untuk program tersebut di pusat kesejahteraan administratif setempat; wali, konselor, atau guru mereka juga dapat mengajukan permohonan atas nama mereka.

"Pemuda yang tertutup dapat memiliki pertumbuhan fisik yang lebih lambat karena gaya hidup yang tidak teratur dan nutrisi yang tidak seimbang, dan kemungkinan besar akan menghadapi kesulitan mental seperti depresi karena kehilangan peran sosial dan adaptasi yang tertunda," kata kementerian tersebut, menekankan pentingnya 'dukungan aktif'.

Laporan pada Selasa, 11 April 2023, merinci beberapa studi kasus, termasuk seorang siswa muda yang menderita masalah kesehatan mental dan kesulitan bersosialisasi sejak remaja. Dia lalu berjuang untuk menyesuaikan diri dengan perguruan tinggi, tetapi memilih untuk tidak hadir, dan menarik diri lebih jauh dari kehidupan sosial.

Siswa lain menghadapi kekerasan dalam rumah tangga dan kelaparan di rumah – membuatnya sulit untuk meninggalkan rumah atau menjalin hubungan dengan orang-orang di luar. Tidak ada individu yang identitasnya diungkap.

Fenomena Kesepian Juga Terjadi di Jepang

Laporan tersebut juga merinci rencana masa depan untuk tindakan lebih lanjut, seperti mendistribusikan pedoman kepada pemerintah daerah, meningkatkan jaring pengaman sosial remaja dan sistem deteksi dini, dan bekerja lebih erat dengan fasilitas kesejahteraan remaja seperti tempat penampungan atau pusat rehabilitasi.

Sejumlah kota dan pemerintah daerah sudah lebih dulu menerapkan sistem serupa di daerah mereka. Sebut saja Seoul, ibu kota negara, memiliki 'Reclusive Youth Support Project' yang menyediakan konseling kesehatan mental, pengembangan hobi dan pelatihan kerja, serta pembinaan kehidupan bagi kaum muda yang terisolasi.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Korea Selatan. Jepang memiliki masalah yang sama, dengan hampir 1,5 juta orang muda penyendiri yang kesepian, yang dikenal sebagai hikikomori, menurut survei pemerintah baru-baru ini. Beberapa keluar hanya untuk membeli bahan makanan atau untuk kegiatan sesekali, sementara yang lain bahkan tidak meninggalkan kamar mereka.

Ungkapan itu diciptakan di Jepang pada awal 1980-an. Pihak berwenang di negara itu telah menyatakan keprihatinan yang meningkat atas masalah ini selama dekade terakhir, tetapi Covid-19 telah memperburuk keadaan, demikian temuan survei tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Strategi Jitu dalam Menyikapi Masalah Menurut Teori Psikologi

Strategi Jitu dalam Menyikapi Masalah Menurut Teori Psikologi

Your Say | Senin, 17 April 2023 | 18:04 WIB

5 Hal ini Perlu Dilakukan untuk Membentuk Lingkungan Kerja yang Positif

5 Hal ini Perlu Dilakukan untuk Membentuk Lingkungan Kerja yang Positif

Your Say | Senin, 17 April 2023 | 17:06 WIB

Lebih Siap Hadapi Quarter Life Crisis, Lakukan 5 Hal ini

Lebih Siap Hadapi Quarter Life Crisis, Lakukan 5 Hal ini

Your Say | Senin, 17 April 2023 | 14:58 WIB

Reaksi K-Netz Lihat Penampilan Legendaris BLACKPINK di Coachella

Reaksi K-Netz Lihat Penampilan Legendaris BLACKPINK di Coachella

Your Say | Senin, 17 April 2023 | 11:39 WIB

Viral di Media Sosial, Gibran Ancam Habisi Pemuda yang Menyeret Pedang di Jalanan

Viral di Media Sosial, Gibran Ancam Habisi Pemuda yang Menyeret Pedang di Jalanan

Surakarta | Minggu, 16 April 2023 | 14:15 WIB

5 Cara Ini Dapat Mewujudkan Work Life Balance, Patut Kamu Coba!

5 Cara Ini Dapat Mewujudkan Work Life Balance, Patut Kamu Coba!

Your Say | Minggu, 16 April 2023 | 09:02 WIB

Terkini

Viral Spanduk 'TNI Pembunuh' di JPO Jakarta, Satpol PP: Hanya Konten, Langsung Dibongkar

Viral Spanduk 'TNI Pembunuh' di JPO Jakarta, Satpol PP: Hanya Konten, Langsung Dibongkar

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:06 WIB

Anime Sentenced to Be a Hero Umumkan Season 2 dan Proyek Game Baru

Anime Sentenced to Be a Hero Umumkan Season 2 dan Proyek Game Baru

Your Say | Rabu, 01 April 2026 | 09:00 WIB

Bikin Konten Anak Siksa Kucing, Niken Havana Dilaporkan ke Organisasi Kesejahteraan Hewan Australia

Bikin Konten Anak Siksa Kucing, Niken Havana Dilaporkan ke Organisasi Kesejahteraan Hewan Australia

Entertainment | Rabu, 01 April 2026 | 09:00 WIB

Warga Aceh Dikeroyok di Markas Polda Metro, Mualem Berang: Polisi Harus Lindungi, Bukan Membiarkan!

Warga Aceh Dikeroyok di Markas Polda Metro, Mualem Berang: Polisi Harus Lindungi, Bukan Membiarkan!

News | Rabu, 01 April 2026 | 08:59 WIB

BPR Pembangunan Nagari Bangkrut, LPS Mulai Bayarkan Klaim Simpanan Nasabah

BPR Pembangunan Nagari Bangkrut, LPS Mulai Bayarkan Klaim Simpanan Nasabah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 08:57 WIB

Gunung Semeru Menggeliat: 16 Kali Erupsi dalam 6 Jam, Status Siaga III Diberlakukan Ketat

Gunung Semeru Menggeliat: 16 Kali Erupsi dalam 6 Jam, Status Siaga III Diberlakukan Ketat

Malang | Rabu, 01 April 2026 | 08:57 WIB

Warteg di Manggarai Hangus Terbakar Usai Ledakan Gas, Kerugian Capai Rp230 Juta

Warteg di Manggarai Hangus Terbakar Usai Ledakan Gas, Kerugian Capai Rp230 Juta

News | Rabu, 01 April 2026 | 08:45 WIB

Tayang 29 April, Park Bo Young Bintangi Drakor Thriller Berjudul Gold Land

Tayang 29 April, Park Bo Young Bintangi Drakor Thriller Berjudul Gold Land

Your Say | Rabu, 01 April 2026 | 08:45 WIB

Aktivis Mahasiswa Unissula Diculik dan Dianiaya, Diduga Terkait Advokasi Kasus Pelecehan Seksual

Aktivis Mahasiswa Unissula Diculik dan Dianiaya, Diduga Terkait Advokasi Kasus Pelecehan Seksual

Jawa Tengah | Rabu, 01 April 2026 | 08:44 WIB

Nuon Siap Kuasai Pasar 175 Juta Gamer dengan Ekosistem Digital Terintegrasi

Nuon Siap Kuasai Pasar 175 Juta Gamer dengan Ekosistem Digital Terintegrasi

Tekno | Rabu, 01 April 2026 | 08:42 WIB