Sempat viral sebuah kecelakaan maut di Light JHL Kepala Dua Tanggerang Jumat (6/4) lalu. Insiden yang melibatkan pengemudi Mobil Pajero itu menewaskan dua orang pengendara motor.
Korban YS (19) meninggal di tempat setelah kepalanya tergiling mobil Carry Pick-up sedangkan MG (19) dilaporkan kritis sebelum meninggal sembilan hari pasca tragedi maut itu.
Sementara itu, pengendara Pajero dengan inisial AT (20) sampai hari ini belum diresmikan sebagai tersangka. Pihak kepolisian mengaku masih menelusuri bukti-bukti yang diperlukan.
Diketahui pihak keluarga AT sempat menawarkan uang ganti rugi sebesar 25 Juta pada keluarga korban MG saat mendiang masih kritis.
Tanpa basa-basi pihak keluarga korban kala itu menolak karena masih sibuk mengawasi MG yang tengah berjuang melawan maut.
Via akun twitter @eradotid (18/4), keluarga AT sempat datang melayat dan lagi-lagi berusaha memberi 'sogokan' pada keluarga MG yang sedang berkabung.
Keluarga MG kembali menolaknya dan berharap proses hukum yang berjalan dapat membuat AT segera ditetapkan menjadi tersangka.
Kata kunci 'pajero' viral di twitter hari ini karena kecelakaan maut itu dan sudah ditweet lebih dari 7000 kali. Warganet ramai-ramai menyoroti motif tidak etis AT karena menukar kematian dengan uang 25 juta rupiah saja.
"Beli pajero elit, tanggungjawab sulit hadeh," tulis @gimme**********.
Netizen juga menyoroti lambannya pihak berwajib menangani kasus yang merenggut nyawa dua korban berstatus mahasiswa ini.
"Korban uda 2 meninggal, masak masih belum ditangkap @DivHumas_Polri @ListyoSigitP masak harus viral dulu, baru di proses?!," tulis @ragu*****.
Banyak pula warganet yang menyoroti nominal tersebut tidak setimpal dengan kematian korban. "25 juta nggak sebanding Ama nyawa njir," tulis @jan********.