Depok.suara.com - Warga Depok tidak perlu repot bila ingin mencari tempat liburan. Salah satunya adalah tempat wisata Pulau Cangkir yang berada di Kota Tangerang.
Pulau Cangkir ini sendiri terkenal sebagai tempat ziarah karena terdapat makam ulama terpandang. Karena itulah banyak peziarah yang datang ke Pulau Cangkir.
Bila dilihat dari sejarahnya, Pulau Cangkir ini bukanlah sebuah tempat wisata, apalagi tempatnya yang terpisah dari Pulau Jawa. Namun pada tahun 1995 dibangun jalan penghubung untuk memudahkan akses menuju ke Pulau Cangkir.
"Pembangunan jalan ini dilakukan dengan dana hasil swadaya penduduk setempat dengan pengurus situs ziarah," tulisnya.
Sementara itu asal mula penamaan Pulau Cangkir sebenarnya sangatlah sederhana. Pasalnya pulau memiliki wujudnya mirip dengan cangkir.
Daya Tarik Pulau Cangkir
Masing-masing tempat wisata selalu punya daya tariknya tersendiri yang membuat para wisatawan tertarik untuk datang.
Pulau ini memiliki tiga daya tarik utama, yaitu:
1. Ziarah Makam
Daya tarik yang pertama adalah ziarah makamnya.
Baca Juga: Sederet Ujaran Kontroversial Rocky Gerung: Terbaru Terang-terangan Hina Jokowi
Di Pulau Cangkir terdapat sebuah makam dari Syekh Waliyuddin yang merupakan seorang ulama besar di Banten.
Beliau adalah anak dari Sultan Hassanudin yang menjadi pemimpin pertama dari Kesultanan Banten serta cucu dari Sunan Gunung Jati.
Syekh Waliyuddin memiliki nama lain yakni Pangeran Jaga Lautan.
Sebelum ditemukan, maka dari Syekh Waliyuddin ini berada di tengah- tengah hutan.
Namun, uniknya kondisi makam sangat bersih.
Tidak ada dedaunan kering hingga sampah lainnya di atas makam dan sekitarnya.
Kondisi inilah yang membuat warga percaya kalau makam tersebut ada penjaganya.
2. Sumber Mata Air di Dekat Pantai
Selain adanya makam Syekh Waliyuddin, ada juga sumber mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat.
Beberapa meter dari makam Syekh Waliyuddin atau tepatnya hanya berjarak sekitar 5-10 meter dari bibir pantai, terdapat sumber mata air dengan dua buah sumur.
Masyarakat setempat menyebut sumur tersebut dengan nama sumur kembar.
Masing-masing sumur diberi nama dengan nama Sulanjani dan Sulanjana.
Kedua sumur ini sama-sama memiliki air yang bersih dan jernih.
Banyak wisatawan yang menggunakan air sumur tersebut sebagai air minum atau air yang digunakan untuk berwudhu sebelum memasuki kawasan makam Syekh Waliyuddin.
3. Hutan Bakau
Daya tarik yang terakhir adalah adanya hutan bakau yang bisa dikunjungi saat berwisata ke sini.
Daya tarik yang terakhir adalah adanya hutan bakau yang bisa dikunjungi saat berwisata ke sini.
Hutan bakau yang ada di sepanjang perairannya ini sengaja dibuat untuk mencegah terjadinya abrasi laut.
Untuk sampai ke hutan bakau, pengunjung harus menyebrang dengan berjalan kaki melewati jembatan kayu.
Saat sudah tiba di hutan bakau, pengunjung akan melihat menjumpai kepiting, udang, hingga aneka burung seperti burung bangau yang hidup bebas berkeliaran.
Pulau Cangkir berada di Desa Krojo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten.
Lokasinya yang berada dekat dengan Jakarta membuat warga Jakarta dan sekitarnya suka berkunjung ke sana di akhir pekan.
Jaraknya dari pusat Kota Tangerang hanya sekitar 28 km saja sehingga bisa ditempuh dalam jangka waktu kurang lebih satu jam.
Untuk bisa sampai ke Pulau Cangkir, pengunjung bisa menggunakan jalur Tol Jakarta-Merak hingga sampai di Kota Tangerang.
Nantinya, tinggal melewati Jalan Padar Kemis.
Lanjutkan perjalanan Jalan Cadas lalu belok kiri saat menemui tikungan pertama.
Ikuti jalan hingga menemui tikungan kembali, ambil belok kanan dan sudah sampai di area wisata Pulau Cangkir.
Gerbang atau pintu masuk dari tempat wisata ini besar sehingga pasti akan langsung terlihat dari jarak beberapa meter.
Jika dihitung jaraknya dari kota Jakarta menuju ke Pulau Cangkir kira-kira sekitar 75 km sehingga membutuhkan waktu sekitar 3 jam saja.
4. Jam buka dan tiket masuk
Wisata ziarah yang juga termasuk wisata bahari ini memiliki jam buka selama 24 jam sehingga bisa datang kapan saja.
Untuk harga tiket masuknya, tempat ini mematok harga Rp20.000 per orangnya, baik itu anak-anak maupun orang dewasa.
Jika membawa kendaraan pribadi, biaya parkirnya hanya Rp5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat.