Depok.suara.com - Padahal jarang bertemu, Ayah kandung Michelle Ashley lebih peduli dan sigap menyelamatkan sang anak dari pelecehan seksual.
Michelle Ashley, putri Pinkan Mambo yang mendapatkan pelecehan seksual dari ayah tirinya mengungkap perbedaan sikap antara ibu dan ayah kandungnya saat jujur bercerita mengenai pelecehan yang dialaminya.
Tahun 2018 saat Michelle berusia 12 tahun, pelecehan seksual terjadi untuk pertama kalinya. Kemudian ada jeda enam bulan setelah sang ibu dan Steve Wantania, ayah tiri Michelle bertengkar dan menyebabkan ayah tirinya itu pergi dari rumah.
Michelle lantas bercerita kepada ibunya tentang pelecehan seksual yang dialami, tetapi respon ibunya hanya 50-50, bisa dibilang antara percaya dan tidak. Mirisnya, sampai si ayah tiri kembali lagi dan Michelle kembali mengalami pelecehan demi pelecehan.
Sementara dengan ayah kandungnya, meskipun jarang bertemu, seolah tahu dan memiliki feeling bahwa kondisi putrinya dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"Aku dihubungi Papa, ia tanya "Apa kabar?", karena sudah lama tidak hubungi. Aku bilang baik-baik saja, kok. Tetapi ia tahu ada sesuatu hal tidak baik yang sedang aku alami. Dia feeling, dari nada bicaranya. Langsung tanya, what happened? Akhirnya aku sampaikan," kata Michelle saat hadir di podcast Denny Sumargo.
Sandy Sanjaya, ayah kandung Michelle, saat itu akan langsung bertindak yaitu dengan memanggil polisi ke rumah
"Tapi posisinya, aku tidak bisa percaya siapa-siapa, kan? Di rumah itu aku cuma bisa andalkan diri sendiri. Karena Papa di Bali, saat itu di rumah adalah orang-orang yang tidak bisa bantu aku. Aku bilang ke Papa: Kalau dipanggil polisi sekarang, aku nggak tahu konsekuensinya. Takutnya lebih parah, aku dicegat atau ditahan," lanjut Michelle.
![Ayah kandung Michelle, Sandy Sanjaya [Instagram/@sandysanjaya189]](https://media.suara.com/suara-partners/depok/thumbs/1200x675/2023/08/04/1-whatsapp-image-2023-08-04-at-143117-3.jpeg)
Sampai akhirnya situasi semakin memburuk, Michelle akhirnya ia menelepon ayah kandungnya agar datang ke Jakarta.
Baca Juga: 8 Drama Korea Penuh Romantisme dan Emosi, Siapkan Tisu sebelum Nonton!
Merasa Michelle dalam bahaya, Sandy Sanjaya buru-buru meninggalkan Bali. Dengan mengendarai mobil, bergegas ke Jakarta untuk menjemput Michelle.
"la tinggalkan kerjanya untuk aku, langsung naik mobil dari Bali ke Jakarta," kata Michelle.
Perjalanan panjang Sandy Sanjaya yang menempuh jarak hingga 1.200 dan memerlukan waktu hingga lebih dari 18 jam mengakhiri penderitaan yang dialami Michelle.
"Papa sudah menunggu di jalan ketika aku ke luar rumah, waktu itu jam 12 malam." jelas Michelle.
Setelah itu, Michelle dibawa Sandy Sanjaya ke Bali, dan dengan didampingi keluarga ayah kandungnya itu mereka melaporkan kejadian penderaan seksual kepada Polisi.
Sebelumnya kepada Denny Sumargo, Michelle mengakui jika dirinya dan ayah kandungnya jarang bertemu.