Warga di kawasan Marina Kota Semarang, Jawa Tengah digegerkan dengan temuan mayat yang dalam kondisi hangus terbakar. Tak hanya gosong, jasad itu ditemukan sudah dalam kondisi mengerikan, yakni tanpa kepala dan tangan.
Dikutip dari Antara, peristiwa penemuan jasad kondisi tanpa kepala dan tangan itu terjadi di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/9). Sosok jasad itu ditemukan bersama sepeda motor yang terbakar.
Penemuan tersebut bermula dari temuan sepeda motor yang terbakar oleh salah seorang petugas penjaga lahan milik PT Family itu. Di dekat sepeda motor yang terbakar itu, ternyata ditemukan sesosok jasad yang juga hangus terbakar.
Dari hasil oleh TKP, diketahui bahwa sepeda motor yang terbakar tersebut merupakan kendaraan dinas yang dipakai Iwan Budi Paulus, PNS Pemkot Semarang, yang dilaporkan hilang sejak 2 pekan lalu. Dari kendaraan yang terbakar tersebut bernomor polisi H-9799-RA.
Sementara, Iwan dikabarkan menghilang sehari sebelum diperiksa sebagai saksi di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng terkait dengan dugaan korupsi pengalihan aset.
Selain sepeda motor, di lokasi kejadian juga ditemukan komputer jinjing serta telepon seluler yang diduga milik Iwan.
Perihal temuan jasad hangus dan tanpa kepala dan tangan itu telah terkonfirmasi oleh pihak kepolisian.
"Sejumlah anggota tubuh, seperti kepala, tangan kanan dan kiri, serta kaki kanan tidak ditemukan di TKP," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar dikutip dari Antara, Jumat.
Menurut dia, terdapat beberapa kemungkinan anggota tubuh tersebut tidak ditemukan di TKP.
"Bisa kemungkinan diambil oleh hewan liar," tambahnya.
Oleh karena itu, kata dia, petugas menerjunkan anjing pelacak untuk menelusuri kemungkinan keberadaan bagian tubuh yang hilang di sekitar TKP.
Meski demikian, menurut Kapolrestabes, jasad yang terbakar bersama dengan sepeda motor tersebut masih harus dipastikan apakah Iwan Budi Paulus atau bukan.
"Harus menunggu hasil laboratorium forensik dan tes DNA untuk memastikan jasad tersebut Iwan Budi atau bukan," katanya.