Beredar video permintaa maaf seorang wanita yang sebelumnya mengaku-ngaku sebagai penjual dawet dan menyebarkan voice note soal tragedi Kanjuruhan. Permintaan maaf itu disampaikan langsung wanita tersebut kepada keluarga salah satu korban tragedi maut Kanjuruhan atas penyebaran berita bohong yang sempat viral di media sosial.
Diketahui jika wanita itu bernama Suprapti Fauzi.
Video permintaaan maaf itu beredar di dunia maya. Akun Instagram @majeliskopi08 turut mengunggah video maaf dari pelaku penyebaran berita hoaks soal tragedi Kanjuruhan itu.
Dalam narasi unggahan itu, wanita itu meminta maaf kepada keluarga Mas Nawi yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan. Disebutkan jika Nawi merupakan dirigen Curva Nord Arema. Di suara yang viral, wanita tersebut menyebut Nawi mabuk.
Saat meminta maaf, wanita berhijab yang diduga mengenakan pakaian PNS itu menangis saat mencium tangan salah satu keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Terkait beredarnya voice note itu, pelaku mengaku tidak ada niatan untuk menyebarkan fitnah.
"Demi Allah, saya Lillahi Ta'ala meminta maaf kepada panjenengan (kamu). Memohon dengan sangat, tolong maafkan saya bila ada kata saya yang salah. Bukan tujuan saya mencemari nama baik Mas Nawi," demikian salah satu perkataan yang disampaikan wanita saat meminta maaf.
Diketahui, beredar suara wanita yang mengaku penjual dawet itu setelah terjadi tragedi Kanjuruhan. Dalam rekaman pesan suara yang beredar, wanita itu mengaku mengetahui soal pemiu kerusuhan yang menewaskan ratusan penonton setelah laga Arema FC dan Persebaya, 1 Oktober 2022 lalu.
Beredarnya video permintaan maaf wanita yang menyebarkan hoaks saat tragedi Kanjuruhan menjadi sorotan netizen. Setelah video permintaan maafnya beredar, sejumlah netizen menyebut wanita penyebar hoaks adalah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Setelah terungkap sosok penyebar hoaks terkait tragedi maut di Kanjuruhan, PSI pun dirisak oleh sejumlah netizen.
Baca Juga: Ulang Tahun ke-24, PT. Supra Boga Lestari Tbk Hadirkan Nuansa 6 Pasar Terkemuka di Dunia
Selain itu, netizen lainnya menyoroti sikap permintaan maaf dari wanita itu karena dianggap tetap masih berkelit terkait beredarnya voice note hoaks itu.
"Dia kader partai PSI," beber akun @shu****.
"Udah tau Khan.. Kalo orang2 partai PSI itu isinya cuma fitnah n tebar kebencian.. Inilah orang2 PSI yg ga punya akhlak," geram akun @agu****.
"Minta maaf tapi masih berkelit. Itu berarti bukan maaf atas kekeliruan," timpal akun @iro****.
"Sudah kuduga... dawet buzer," tulis akun @sya****.
"Ealah jebul kader partai carmuk, jan kere tenan," kata akun @kum*****.