"FS nunggu di atas. Jadi nafsu makan itu baik-baik saja. Nggak mungkin dong, habis diperkosa terus tiba-tiba 'entar ya, dinner dulu ya, habis gitu baru ngadu'," sahut Irma.
Hal inilah yang membuat Irma semakin yakin dugaan kekerasan seksual di rumah Magelang adalah skenario belaka demi menutup motif pembunuhan yang sebenarnya.
Sebelumnya, Hakim Wahyu juga mempertanyakan kebenaran keterangan Putri tersebut. Pasalnya Brigadir J dimakamkan secara dinas padahal kesempatan itu hanya diberikan kepada anggota kepolisian yang tidak melakukan satu pelanggaran pun.
"Ketika PC bilang bahwa sudah tenang, di sini aman saja, itu selesai, berarti tidak ada pemerkosaan, tidak ada trauma. Karena yang namanya orang trauma di-handle-nya kapan? Segera setelah kejadian," terang Irma.
(Sumber: Suara.com)