Anies Baswedan yang kini berniat maju menjadi Capres di 2024 mendatang ternyata memiliki utang yang nilainya fantastis. Uang sebesar Rp50 miliar itu ternyata dipinjamkan oleh Sandiaga Uno saat Anies bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.
Dikabarkan, masalah utang puluhan miliar kepada Sandiaga itu pun menjadi isu adanya keretakan Anies dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pasalnya, Anies dikabarkan ingkar janji terkait perjanjian tidak maju capres yang diteken dengan Prabowo.
Terkait itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Erwin Aksa seperti dikutip dari Suara.com, Senin (6/2), mengungkap jika utang uang Sandiaga yang dipakai untuk kepentingan Pilkada DKI Jakarta itu hingga kini juga belum dibayar Anies.
"Waktu putaran pertama, logistik juga susah. Jadi ya yang punya logistik kan Sandi, Sandi kan banyak saham, likuiditas bagus dan sebagainya. Ya intinya kalau tidak salah itu perjanjian utang piutang barangkali ya," ujar Erwin seperti dikutip dari dalam podcast berjudul 'Nasdem 'Serahkan Diri' ke Golkar: Ternyata Anies Masih Utang Rp 50 M ke Sandiaga Uno' yang dipandu Akbar Faizal.
Diketahui, saat Pilkada DKI, Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno sebagai Cawagub. Keduanya diusung oleh Partai Gerindra dan PKS. Anies dan Sandiaga Uno mengalahkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDIP, NasDem, Golkar, dan Hanura.
Erwin menyebut, Sandiaga Uno dengan modal yang sangat besar memberikan dukungan untuk Anies Baswedan, lantaran kala itu pasangan tersebut tengah kesulitan.
"Jadi, kira-kira begitu, yang itu saya lihat. Nilainya berapa ya, Rp50 miliar barangkali. Saya kira belum (lunas) barangkali ya," kata Erwin.
Reaksi Sandiaga
Sandiaga juga enggan menjawab saat dicecar pertanyaan oleh awak media terkait utang Rp50 M di masa Pilkada 2017 yang disebut-sebut belum juga dibayar oleh Anies.
Baca Juga: Dor! Polisi Tembak Anggota Geng Motor yang Meresahkan di Bandung, Masih Berani Bikin Ulah?
"Saya baca dulu, belum bisa kasih statemen," kata Sandiaga ditemui di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, siang tadi.
(Sumber: Suara.com)