"Saya belum puas, saya coba mengejar mewakili orang-orang yang bersebrangan dengan pemikiran anda. Anda akhirnya terkesan memang bernafsu ikut campur Irjen itu dan mempersalahkan Irjen Ferdy Sambo ya. Ini belum terlalu jauh dari proses pengadilan ya. Artinya, data, fakta belum terungkap secara utuh. Tapi anda sudah mengkritis DPR. Anda menuduh DPR diam saja dalam kasus sebesar ini, apa urusannya Anda ngajak DPR untuk ikut cawe-cawe untuk urusan hukum ini," kata Andi Noya.
Menjawab hal itu, Mahfud Md justru menganggap cara berpikir Andi Noya terbalik menyingkapi ucapanya yang mengkritik DPR soal kasus Sambo.
"Itu juga anda terbalik cara berpikirnya. Ketika saya ngomong ya. Lalu ada orang DPR bilang, "Itu kenapa Menkopolhukam jadi komentator bukan menteri koordinator". Lalu saya balik, selama ini dpr juga sering ngomong yang kayak gini, kenapa kok urusan kasus Sambo diem. Dalam hal apa pun juga ngomong, teriak, gitu-gitu. Kok yang ini diam, padahal ini serius. Jadi kenapa DPRnya itu diam terhadap kasus Sambo?" katanya.
Andi Noya pun sempat menjelaskan jika Komisi III DPR sempat angkat bicara soal kasus Sambo setelah mendapat kritikan dari Mahfud MD.
"Ya tidak apa-apa bilang kayak gitu, memang tugasnya DPR. Bicara kayak gitu, tetapi kalau anda hitung secara kuantitatif, betapa DPR itu ngomong dalam segala hal tiap hari, tapi dalam kasus Sambo, tidak," kata Mahfud.