Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi kini meringkuk di penjara setelah dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Dalam kasus ini, Ferdy Sambo divonis hukuman mati. Sedangkan Putri Candrawathi dihukum 20 tahun penjara.
Gegara dipenjara atas kasus Brigadir J, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terpaksa melewati momen berharga. Keduanya disebut absen dalam acara kelulusan putranya, Tribrata Putra Sambo di Taruna Nusantara pada Sabtu (6/5) lalu.
Momen Wisuda Tribata tanpa kehadiran dua orang tuannya yang kini dipenjara pun viral di media sosial.
Dalam video itu, tampak dua kursi orang tua siswa yang bertuliskan untuk Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tampak kosong.
"Ferdy Sambo. Putri Candrawathi," demikian nama yang tertera di kursi yang diabadikan Trisha Eungelica, anak sulung Ferdy Samno lewat Instagram Story, dikutip pada Kamis (11/5).
Selain itu, akun Instagram, @nyinyir_update_official turut membagikan ulang video putra Sambo dan Putri Candrawathi dalam acara wisuda di SMA Taruna Nusantara.
Lantaran tak dihadiri kedua orang tuanya yang kini mendekam di penjara, Tribrata terlihat diajak foto bareng dengan keluarga siswa lainnya dalam acara wisuda tersebut.
"Tetapi ada orang tua siswa yang mengajak Mas Brata untuk ikut foto. Layaknya seorang anak yang lain, di hari kelulusan foto bersama orang tuanya," lanjutnya.
Sedangkan di adegan lain terlihat Tribrata yang diajak mengobrol oleh orang tua siswa lain. Bahkan, Tribrata diajak foto barang dengan keluarga siswa lain.
Baca Juga: Ferdy Sambo Tetap Dihukum Mati, Sang Anak Kuatkan Diri Lewat Kutipan Ayat Alkitab
"Dan orang tua siswa memberi support ke Mas Brata dan mengajak Mas Brata foto bersama lagi," ungkap pemilik video.

Dalam video yang lain juga terlihat Tribrata berjalan dengan langkah tegap setelah menerima ijazah kelulusannya kendati dirinya tak didampingi oleh kedua orangtuanya. Namun momen ini tetap menimbulkan pro dan kontra di kalangan warganet, sebagaimana terlihat di kolom komentar.
"Ingat selalu anaklah yang jadi korban jika orang tua berbuat kejahatan," komentar seorang warganet.
"Eaaaa.... mulai cari simpati publik... kaya begini mah udah resiko,, gak usah di kasih panggung. Banyak juga anak-anak indonesia lulus sekolah tanpa ortunya... yang ini masih enak, hartanya dimakan 7 turunan kagak habis,, bayangin aja dengan yang lulus tanpa ortu yang gak ninggalin apa-apa..." timpal yang lain.
"Jangan dihujat yang sebelumnya kesalahan ortunya, semoga bisa mengabdi kepada bangsa secara tulus ya om, jangan bikin drama yang aneh aneh," komentar warganet lainnya.