Keputusan Anies Baswedan dan Partai NasDem memilih Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapres bikin kaget Partai Demokrat, layaknya disambar geledek di siang bolong. Lantaran sakit hati karena menjadi korban prank, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyindir Anies dan NasDem yang dipimpin Surya Paloh seperti musang berbulu domba.
"Ada lagi komentar 'ini Demokrat kena prank dari musang berbulu domba'," kata SBY dikutip Suara.com, Jumat (1/9).
Sindiran keras itu disampaikan SBY lantaran merasa putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kena tikung. Sebab, AHY sempat digadang-gadang menjadi cawapres Anies dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dari gabungan Demokrat, NasDem dan PKS.
Namun, Anies dan NasDem dianggap membelot karena akhirnya bergabung dengan PKB dan menunjuk Cak Imin sebagai cawapres.
Lantaran sakit hati dengan keputusan sepihak dari Anies dan NasDem, SBY lalu menyinggung istilah musang berbulu domba yang menjadi pribahasa lama.
"Kok saya ingat musang berbulu domba ini pribahasa yang lama ini ingat saya waktu kita sekolah di SD di SMP banyak sekali pribahasa," katanya.
Menurutnya, peribahasa musang berbulu domba itu ditujukan kepada orang yang licik karena berpura-pura baik di depan, tapi bakal 'menusuk' dari belakang.
"Tapi musang berbulu domba itu di depan bersikap baik, manis, lembut, penuh persahabatan tapi di balik itu, kalau kita lemah dan lengah kita akan dicaplok dan dimakan habis," sambungnya.
SBY pun merasa peribahasa musang berbulu domba itu sangat pantas untuk merepresentasikan sakit hati Demokrat yang kena prank Anies dan NasDem.
"Mungkin tafsirnya kami ditikung seperti itu seperti pribahasa ini," katanya.
Dikhianati
Adanya pengkhianatan yang dilakukan NasDem dan Anies itu sempat dibongkar oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya melalui keterangan tertulisnya.
"Pada Selasa malam, 29 Agustus 2023 di NasDem Tower, secara sepihak Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS," kata Teuku, dikutip dari Suara.com.
Teuku mengungkapkan kalau pada malam itu, Anies dipanggil Surya Paloh untuk menerima keputusan tersebut. Kemudian, pada 30 Agustus 2023, Anies meminta Sudirman Said untuk menyampaikannya kepada Demokrat dan PKS tanpa menemui secara langsung.
Partai Demokrat sempat mengonfirmasi soal informasi tersebut kepada Anies. Anies pun tak bisa mengelaknya.