Setelah ditangkap dan menjadi tersangka, terungkap sosok Irwansyah, sutradara sekaligus pemilik rumah produksi Kelas Bintang yang menggarap 120 film porno yang dibintangi sejumlah selebgram, seperti Siskaeee, Meli 3GP hingga Virly Virginia. Meski menjadi otak di balik pembuatan film panas, Irwansyah ternyata dikenal sebagai pribadi baik dan cukup aktif ikut pengajian.
Sosok Irwansyah dibongkar oleh Pak Haji, pemilik rumah yang sempat disewa oleh Irwansyah untuk memproduksi film esek-esek di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
"Saudara Irwansyah ini sebenarnya latar belakangnya orang baik. Ane (Saya) kenal sama dia (Irwansyah) ini di pengajian," katanya seperti dikutip dari Suara.com.
Namun, tak disangka, Irwansyah yang dikenal baik itu nekat memproduksi film-film panas. Pak Haji pun menduga niatan Irwansyah menggarap film porno karena ingin mendapatkan untung besar.
"Dan yang kedua itu adalah faktor ekonomi lah yang membuat dia bergeser," katanya.
Pak Haji pun membeberkan sebelumnya Irwansyah pernah membuat film horor dan komedi. Namun, film-film yang disutradarainya itu tak laku, memicu Irwansyah untuk membuat film esek-esek. Lantaran diduga putus, kata Pak Haji, Irwansyah akhirnya memilih jalan yang salah, yakni memproduksi film-film porno.
"Karena dia itu faktor ekonomi, (film) horornya nggak jalan, komedinya nggak diterima oleh penonton,. Akhirnya dia membuat satu terobosan tadi, udahlah ambil jalan yang salah," bebernya.
Irwansyah menyewa rumah Pak Haji sejak akhir Januari 2023 lalu. Di awal perjanjian kontrak, Irwansyah menyewa rumah untuk tempat tinggal. Belakangan Irwansyah ketahuan menggunakan rumah kontrakan untuk syuting film. Saat itu Pak Haji masih memaklumi karena kegiatannya syuting film biasa.
Pak Haji mengatakan beberapa orang sempat datang ke rumah kontrakan Irwansyah. Dia mengira mereka adalah tamu biasa. Namun saat mengetahui rumahnya dijadikan tempat syuting film porno, Pak Haji kaget dan marah pada Irwansyah.
Dulunya Tukang Pijat
Kasubdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya Kompol Ardian Satrio Utomo membongkar rekam jejak Irwansyah, bos PH yang telah memproduksi 120 film porno.
Berdasarkan hasil penyidikan, Irwansyah pernah menjadi tukang urut dan pemulung. Bermodal ilmu yang dipelajari secara otodidak, tersangka Irwansyah akhirnya nekat menjadi sutradara film.
"Dia awalnya dari tukang urut, dia belajar otodidak terus akhirnya dia jadi YouTuber, konten kreator, terus jadi sutradara," kata Adrian, dikutip dari Suara.com, Rabu (14/9).
Tak hanya pernah menjadi tukang pijat, Irwansyah juga sempat menjadi pemulung sampah hingga menjadi pengepul pada 2006 sampai 2009.
Terinspirasi Film Bokep
Singkat cerita, Irwansyah akhirnya terjun ke dunia hiburan pada 2009. Ia bahkan membuka agensi dan kelas akting pada 2019 hingga 2020.
"Saat ini tersangka bekerja di webstreaming menjabat sebagai pemilik sejak 2022 dengan tugas dan tanggung jawab sehari-hari yaitu membuat film, sutradara, penulis, promosi, editing, akuisisi, pendanaan," bebernya.
Berdasar hasil pemeriksaan awal, Irwansyah mengaku memperoleh ide membuat film porno karena pengalaman atau kebiasaannya menonton film dewasa.
"Dari pengalaman nonton film, nonton film gitulah," katanya.
Motif Cuan
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, terungkap motif di balik aksi Irwansyah membuat 120 film porno karena dianggap bisa menghasilkan banyak uang. Sederet selebgram seperti Siskaeee dan Virly Virginia turut membintangi film dewasa garapan Kelas Bintang.
"Terkait motif ekonomi. Mungkin menawarkan film seperti ini lebih banyak peminatnya," kata Ardian.
Selain Irwansyah, polisi juga menetapkan empat tersangka lainnya lantaran dianggap terlibat dalam produksi film porno yang sempat bermarkas di kawasan Jakarta Selatan. Mereka adalah JAS, AIS, AT dan SE.
"JAS itu kameramen, AIS selaku editor, SE selaku sekretaris dan salah satu talent wanita, AT selaku sound engineering dan pemain figuran juga," kata Adrian.
Polisi juga sedang menelusuri aliran uang yang dihasilkan dalam pembuatan film porno tersebut. Dalam penelusuran itu, polisi juga menggandeng beberapa bank untuk memblokir rekening yang dipakai para tersangka untuk menampung keuntungan dari film esek-esek itu.
"Kami sudah koordinasi dengan beberapa bank untuk dilakukan pemblokiran hari ini," ujar Adrian Satrio.
Selain itu, penyidik juga sudah melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk memblokir situs yang menyuguhkan film porno garapan Kelas Bintang.
"Kami juga sudah koordinasi dengan Kominfo untuk pemblokiran terkait web yang ada kaitannya dengan rumah produksi tersebut," katanya.