Tudingan yang disampaikan ayah I Wayan Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin bikin Otto Hasibuan gerah. Sebab, Darmawan Salihin menuduh jika Otto Hasibuan telah memeras keluarga Jessica Kumala Wongso. Bahkan, Darmawan menyebut jika ibunda Jessica sampai menjua rukonya lantaran disebut diperas Otto Hasibuan selaku pengacara.
"Emaknya (Jessica) sampai jual ruko, jual rumah," kata Darmawan dalam kanal YouTube Karni Ilyas, Minggu (8/10) lalu.
"Emang saya nggak dapat info, duitnya banyak habis diperasin sama Otto. Nggak dibayar hebat dia 8 bulan hidup dari mana? Mau ke Alaska lagi," imbuhnya.
Tudingan Darmawan soal keluarga Jessica diperas akhirnya sampai ke kuping Otto Hasibuan.
Saat dihadirkan secara virtual dalam podcast Catatan Demokrasi yang tayang di akun Channel tvOneNews, Rabu kemarin, Otto akhirnya membeberkan sepucuk surat yang disebut ditulis Jessica Wongso di dalam penjara.
Lewat surat itu, terpidana menyangkal keluarganya diperas oleh Otto Hasibuan.
![Ayah I Wayan Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin. [YouTube Karni Ilyas]](https://media.suara.com/suara-partners/dexcon/thumbs/1200x675/2023/10/07/1-edi-darmawan-salihin.jpg)
"Saya kan di China, jadi banyak di media-media sosial saya lihat, kata Darmawan Salihin ini saya bohong, memang saya tidak dibayar. Tapi dia bilang saya meras Jessica dan keluarganya, sampai jual rumah. Terus terangan saya biasanya tak mau peduli, tapi ini kalau dibiarkan mencederai nama baik saya," kata Otto.
"Ini kan Jessica lagi di dalam penjara, gak bisa menjelaskan, sehingga tim saya ke sana, bertanya kepada Jessica. 'Oh gak bisa itu om.' Karena rekaman gak bisa, maka dibuatlah surat itu. Surat ini saya tampilkan," imbuhnya.
Dalam podcast itu, Otto juga justru merasa difitnah Darmawan Salihin karena dianggap telah menyebar kebohongan. Otto pun memastikan jika dirinya memberikan pendampingan hukum kepada Jessica secara pro bono alias gratis.

"Dengan adanya surat ini, betapa Darmawan Salihin telah berbohong, memfitnah saya, bahwa seakan-akan saya memeras Jessica. Sungguh saya tidak meminta bayaran satu rupiah pun dari sini," kata Otto.
Guna menepis tudingan itu, Otto pun membeberkan cerita dirinya hanya diberikan bubur oleh keluarga Jessica saat sedang menyusun nota pembelaan atau pleidoi untuk disampaikan ke pengadilan.
"Saya katakan lagi, saya pernah diberikan keluarga Jessica semangkuk bubur, saat saya membuat pleidoi dua hari tiga malam di suatu tempat. Dan dikasih bubur jam tiga pagi, itulah yang pernah saya terima," curhatnya.