Film dokumenter 'Ice Cold' garapan Netflix turut mengungkap cerita soal secarik kertas yang diberikan Jessica Kumala Wongso kepada seorang jurnalis wanita saat meliput sidang kasus kematian I Wayan Mirna Salihin di PN Jakarta Pusat pada 2016 lalu. Jurnalis wanita tersebut bernama Fristian Griec.
Secarik kertas yang diberikan Jessica Wongso kepada Fristian Griec bertuliskan: 'I really like your wardrobe' (aku benar-benar menyukai pakaianmu). Menariknya, surat yang ditulis oleh terpidana kasus 'Kopi Sianida' itu ternyata dibalas langsung oleh Fristian.
Cerita itu diungkapkan Fristian Griec saat hadir podcast yang tayang di channel The Leonardo's pada Selasa (17/10) lalu. Saat menceritakan momen itu, jurnalis TV tak menduga dirinya menjadi perhatian Jessica di persidangan.
Akan tetapi, dia menganggap hal yang bikin dirinya disorot oleh Jessica karena penampilannya yang nyentrik.
![Jessica Wongso saat masih menjalani persidangan kasus Kopi Sianida. [suara.com/Kurniawan Mas'ud] [suara.com/Kurniawan Mas'ud]](https://media.suara.com/suara-partners/dexcon/thumbs/1200x675/2023/10/11/1-terdakwa-jessica-kumala-wongso-menjalani-persidangan-yang-beragendakan-pembacaan-vonis-oleh-majelis-hakim-di-pengadilan-jakarta-pusat-kamis-2710-suaracomkurniawan-masud.jpg)
"Perlu dijelasin bahwa kan jurnalis itu ada beberapa jenisnya nih ada jurnalis cetak ada jurnalis online ada jurnalis TV. Nah kalau saya jurnalis TV itu setiap hari ini tampilannya kayak gini," kata Fristian Griec dikutip Kamis (19/10).
"Saya enggak pernah nanya ke Jessica ya kenapa sih sampai notice gitu. Saya menduga dan bajunya tuh harus rapi banget kayak gini, mungkin ya dia sudah lihat nih di antara ratusan orang yang hadir persidangan nih orang nih rambutnya enggak pernah turun make upnya tuh enggak pernah luntur," imbuhnya.
Fritian mengaku awalnya sulit untuk bisa melakukan wawancara karena Jessica ketika itu memang tidak percaya dengan jurnalis. Namun, Fristian memanfaatkan momen untuk membalas surat dari Jessica yang menyukai penampilannya.
Saat membalas pesan di kertas yang sama, Fristian pun mengaku jika memiliki kesamaan dengan Jessica. Sebab, dari hasil risetnya, mengaku hanya berbeda tiga hari dengan tanggal lahir Jessica yakni 9 Oktober 1988.
Lewat surat yang ditulisnya, Fristian pun membujuk Jessica agar mau diwawancarainya.
"Eh kita lahir di bulan yang sama hanya beda 3 hari tahun yang sama. Sama-sama Libra, sama-sama penyuka warna biru," katanya.
"Saya mau bilang bahwa saya manusia dan saya juga memahami kamu tolong kalau ada yang mau kamu katakan, ayo ngobrol gitu, percayalah" katanya.
Setelah momen itu, Jessica pun akhirnya bersedia untuk diwawancara oleh Fristian. Dia pun akhirnya bisa bertemu langsung Jessica untuk melakukan wawancara. Wawancara itu terjadi setelah Fristian ikut serta saat keluarga dan pengacara membesuk Jessica di penjara.
Setelah diizinkan dan bisa mewawancarai langsung, Fristian pun berterima kasih dengan Jessica.
"Halo makasih sudah izinin saya ikut ke sini (penjara) gitu ya terus saya nyimak aja karena bang Otto sama pengacara kan apa ngobrol ya soal kasusnya sebagai outsider ya," ucap Fristian.