Suara.com - Penyanyi dangdut Aida Saskia dan suaminya Mahendra Paramidho (Rindra) meluangkan waktunya untuk berkunjung ke redaksi Suara.com, baru-baru ini. Selain membawa agenda promosi single terbaru milik Aida berjudul Penari Janger, mereka juga cerita bagaimana bisa rujuk lagi.
Padahal, Aida sempat melaporkan Rindra ke Polres Jakarta Selatan, pada Minggu 16 November 2014 lalu, atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Pas, tanda tangan surat perdamaian itu kan gak lama aku sakit, gak bisa gerak sama sekali. Saat itu Papa khawatir aku kenapa-kenapa. Dia (Rindra) dikabarin dan langsung datang ke rumah, dia yang rawatin aku sampai sembuh,” cerita Aida.
Alih-alih sempat ingin bercerai, Aida malah berterimakasih kepada Rindra karena hampir seluruh waktunya digunakan untuk menjaga pelantun Ayah Jago itu.
“Allah berkehendak kita berjodoh, orangtua aku malah jadi lebih sayang kepada Rindra. Aku waktu sakit itu Rindra tinggal di rumah Papa. Kita diam terus di rumah, kerjaannya cuma tidur makan salat, ngaji,” kata Aida yang mengaku tubuhnya jadi gemuk.
Rindra juga ditanya soal perangainya hingga bisa melakukan kekerasan fisik kepada istrinya. Ia mengaku tak punya sifat emosional, malah dia sangat humoris.
“Jujur sebenarnya gak ada sifat temperamen. justru bisa dibilang aku tuh gak pernah serius, namanya rumah tangga baru penjajakan mau setahun cobaan pasti ada aja,” kata Rindra.
Rindra merasa saat itu sedang diuji kesabarannya. “Kita sama-sama sibuk, Aida kerja, saya juga kerja, mungkin karena kita sama-sama capek jadi itu terjadi,” terangnya.
Sebelum Aida melaporkan Rindra ke polisi, penyanyi asal Bogor, Jawa Barat itu juga sempat menunjukkan bukti foto penganiayaan di mana wajahnya terlihat lebam. Ia mengaku dianiaya Rindra pada 15 November 2014.
Aida mengaku disekap di dalam studio miliki mereka di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Pengakuan Aida lainnya, ia disiram lantas bagian tubuhnya diinjak hingga lebam di beberapa bagian.