'Alay' Ternyata Bisa Jadi Profesi

Madinah

Minggu, 01 Maret 2015 | 11:00 WIB
'Alay' Ternyata Bisa Jadi Profesi
Penonton Alay program Dahsyat. [Suara.com/Yazir Farouk]

Anak alay juga harus siap mendapat komentar negatif dari masyarakat. Herdi contohnya. Hinaan bagi dia sudah seperti makanan sehari-hari. Tapi, Herdi tak pernah menggubrisnya.

"Sering banget dikata-katain. Katanya ngapain sih jadi alay," ujar Herdi.

Yang paling penting buat Herdi, duit yang didapat dari profesinya adalah uang halal. Dia justru bangga karena bisa hidup mandiri tanpa menggantungkan diri kepada keluarga.

"Daripada nadang (minta) sama orangtua. Makan, tidur, terus minta duit, nggak ada gunanya. Kita ini kerja sendiri. Berangkat dari rumah untuk cari duit. Jadi saya senyum aja kalau dikata-katain," kata Herdi.

Alay picu tawuran di Indosiar

Penghasilan korlap dan para alay ternyata cukup mengiurkan. Salah satunya perempuan bernama Nengsih. Mulanya, ibu beranak 5 tersebut hanya dimintai bantuan mengumpulkan penonton di sebuah program reliji.

"Awalnya dari Yoga. Anak saya yang bungsu kan suka ikut casting-casting iklan, sinetron. Pas ada program di RCTI yang dipandu sama Eko Patrio, dan Ulfa saya diminta tolong untuk bawa orang," kata Nengsih ditemui di program D'Terong Show di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis malam (25/2/2015).

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai salon ini mendapat Rp3 juta per program. Uang itu lalu di bagikan kepada 'pengikut'nya.

"Jadi saya bawa 10 orang (alay) pake taksi. Nah, terus di bayar. Awalnya sih Jujur-an di sana dibayar Rp30 ribu, saya kasih Rp30 ribu ke mereka," lanjutnya.

Dari iseng-iseng, tergiur penghasilan Nengsih akhirnya menseriusi profesi sebagai korlap alay. "Buat apa cuman seneng-seneng doang," ucap Nengsih.

Pekerjaan Nengsih tak melulu mulus. Di tengah jalan, tak jarang dia harus berurusan dengan petugas kemanaan stasiun televisi gara-gara anak buahnya melakukan berbuat onar.

"Sulit banget. Anak-anak yang kita bawa kadang-kadang ada yang nakal. Namanya anak- anak sekarang, ada yang minum (mabuk) dulu sebelum masuk. Itu rese," jelasnya.

kalau sudah begini, Nengsih pun mengambil tindakan tegas. "Jadi kalau kita lihat anaknya sudah kelitahan lain, kita tegur dan namanya kita langsung coret," tegasnya.

"Kadang ada salah paham sedikit. Cuma gara- gara hal kecil berantem di dalam, nggak terima sampai keluar. Akhirnya warga dari pesing nyerang ke Indosiar. Sampai akhirnya
saya umpetin anak alay ini," lanjutnya.

Dari profesinya sebagai koordinator Alay, Nengsih membantu sangsuami menghidupi keluarga. Sayang, dia ogah menyebut penghasilan yang didapat dalam sebulan.

"Iyalah (bisa menghidupi keluarga) Kalau dikumpulin banyak, kan kita satu anak Rp5000. dalam satu agency kan ada 4 korlap nah siapa yang paling banyak itu yang banyak duitnya," jelasnya.

Dari koordinator alay, Ely Sugigi belikan orangtuanya rumah

Elly Sugigi mungkin salah satu koordinator penonton bayaran (alay) yang sukses. Perempuan yang dulu pernha mengalami kesulitan ekonomi itu kini bisa meraup penghasilan Rp30 juta per bulan. Padahal, dia hanya mengambil sedikit untung dari bayaran puluhan anak buahnya.

"Kita ambil Rp5000-10.000 per orang. Bayaran ke setiap anaknya tergantung stasiun TV. Kalau dari TV Rp35 ribu, kita kasih Rp30 ribu. Kalau Rp75.000 kita kasih Rp60.000, kalau 50.000 ke anak-anak 40.000," ujarnya
ditemui Suara.com di Gedung Trans TV, Mampang Prapatan,Jakarta Selatan.

Setelah sukses jadi bandar penonton bayaran, Elly juga seringkali mendapat tawaran mengisi acara di televisi. Bentuk gigi yang unik dan cara bicara blak-blakkan menjadi daya tarik tersendiri.

Meski sibuk, perempuan 43 tahun itu tetap mengawal penonton bayarannya. Apalagi, dalam sehari dia bisa hadir di tiga sampai empat acara.

"Penonton Alhamdullilah sampai sekarang masih baik, walaupun sekarang banyak yang agency bermunculan tapi saya masih bertahan dari 2006. Dan walaupun saya suka syuting, saya tetap kontrol penonton. Kadang kan saya dapat FTV, sinetron, bintang tamu acara tv, yang jadi penontonnya anak buah saya juga, jadi sekalian kontrol," ungkap perempuan yang lahir pada 16 Oktober 1971 tersebut.

Di balik suskes, Elly pun tak luput dari masalah. Salah satunya saat dia jadi korban pelemparan batu oleh fans salah satu band di sebuah acara.

"Pernah dilempar batu sama fans grup band gitu. Karena kita dituduh fans band yang nggak mereka suka. Padahal kita kan bayaran, jadi setiap band mana aja yang tampil kita harus rame. Tahunya disalah artiin," ungkap Elly kesal.

Elly juga pernah tertimpa sial di Cikarang. Waktu itu, tanpa alasan jelas mobil yang ditumpanginya bersama dengan para alay tiba-tiba dilempari gir motor. Tak takut, Elly berusaha mengejar pelaku, meski akhirnya gagal.

"Aku nggak pernah takut. Kalau anak buahku celaka atau ada apa-apa, aku turun tangan langsung. itu udah tanggung jawab kita    juga," kata ibu tiga anak ini.

Salah satu anak buahnya Ely bernama Eny membenarkan sikap tanggung jawab sang bos. "Si mpok orangnya emang tegas, kalau anak buahnya kenapa-napa dia langsung turun. Anaknya digodain orang mabok atau apa dia berani," ujarnya.

Meski berat, Elly tak jera menjalani profesinya sebagai koordinator alay. Karena semua usaha baik yang dilakukan untuk mencari nafkah pasti ada tantangannya. Sebaliknya pasti ada timbal balik positif yang dirasa. Apalagi, dari pekerjaannya Elly sudah bisa hidup sejahtera. Dia bahkan mampu membelikan rumah buat orangtuanya.

"Kebayar karena bisa bangun rumah buat orangtua, juga buat biaya anak-anak saya kuliah. Walaupun belum punya rumah pribadi, tapi kan udah senang bisa bahagian orangtua," ujarnya.

Elly juga senang bisa membantu banyak anak- anak yang berusaha mencari uang demi membantu keluarga. Seperti yang dilontarkan
salah satu anak buahnya.

"Enak kerja begini dibantu Mpok Elly, walau bayaran ada potongannya buat mpok, tapi bisa buat nabung. Kalau ada acara sehari dua hari bisa bawa uang cepek. Rp50 ribu buat makan, sisanya ditabung dan buat orangtua," ujar perempuan yang mengaku bernama Ita.

Elly mengaku bersyukur dengan pekerjaannya seperti sekarang ini. Dari situ dia bisa dikenal banyak orang dan masuk TV."Alhamdulillah bisa begini, yang penting orangtua senang, anakku yang dua bisa kuliah dan yang satu bisa sekolah," tandas Elly. [Ismail, Nanda Hadiyanti, Yazir Farouk] 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Artis Lakukan Permak Gigi, Alasan Inge Anugrah Bikin Orang Kagum

10 Artis Lakukan Permak Gigi, Alasan Inge Anugrah Bikin Orang Kagum

Entertainment | Kamis, 01 Juni 2023 | 16:15 WIB

Terkini

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 15:42 WIB

Investor Masih Tahan Investasi, Rupiah Berakhir Loyo di Level Rp18.089/USD

Investor Masih Tahan Investasi, Rupiah Berakhir Loyo di Level Rp18.089/USD

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:41 WIB

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:36 WIB

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:35 WIB

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 15:29 WIB

Perdagangan Kripto Bakal Gunakan Single Orderbook, Begini Penjelasannya

Perdagangan Kripto Bakal Gunakan Single Orderbook, Begini Penjelasannya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:28 WIB

PPPK Paruh Waktu Punya Dua Kabar Baik: Jadi Penuh Waktu Mulai 2027 dan Bisa Ikut Seleksi CPNS

PPPK Paruh Waktu Punya Dua Kabar Baik: Jadi Penuh Waktu Mulai 2027 dan Bisa Ikut Seleksi CPNS

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:27 WIB

Seleksi CPNS 2026 Dibuka Akhir November: Ini Hal yang Wajib Kamu Siapkan

Seleksi CPNS 2026 Dibuka Akhir November: Ini Hal yang Wajib Kamu Siapkan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:22 WIB

×